Rabu, 13 April 2011

7 Icons = SNSD Indonesia. Benarkah?

Dari judul di atas, semuanya pasti udah tahu, topik apa yang hendak dibahas di sini. Ya, kali ini, saya hendak bicara tentang 7 Icon.

Bagi yang ingin tahu, seperti apa rupa dari 7 personil 7 Icon yang digiwangi oleh Angela Tee, Grace Wohangara, Natly, Mezty, Linzy, PJ, dan Vanila ini, bisa Anda lihat sendiri di atas. Mereka disebut-sebut sebagai girlband atau grup vokal saingan boyband Indonesia sebelumnya, yaitu SM*SH. Tak ubahnya SM*SH, kemunculan perdana girlband ini pun mengundang kontroversi. Pro dan kontra, meski saya pikir banyakan kontra-nya dibanding pro-nya. Dan lagi, sama seperti pendahulunya, 7 Icon juga dicap sebagai plagiat girlband atau grup vokal Korea, sebab memang pada umumnya, girlband/boyband berbasis dance lahir di Korea. Bila SM*SH dianggap plagiat Super Junior (SuJu), maka 7 Icon dianggap meniru grup SNSD atau So Nyeo Shi Dae (terkadang disebut pula Shoujo Jidai di Jepang dan Girls' Generation), girlband asal Korea yang memang sekarang sedang "in" di Asia, termasuk di Indonesia.

(SNSD/Girls' Generation)

Kritik, ejekan, bahkan olokan tampak sudah mulai mewarnai awal karir 7 Icon di dunia maya. Sempat saya kunjungi beberapa forum, bahkan blog yang membahas tentang kedatangan 7 Icon. Banyak diantara mereka yang membanding-bandingkan 7 Icon dengan SNSD, dan bertanya-tanya apakah nantinya 7 Icon bisa se-terkenal SM*SH, atau bahkan SNSD. Banyak yang meragukan hal itu.

Mari kita evaluasi bagaimana penampilan ketujuh personilnya dalam video klip single terbaru sekaligus debut pertama mereka yang berjudul "Playboy".



Dari vokal, tampaknya mereka memang belum ahli dalam hal ini. Suara mereka masih terbilang pas-pasan dan sepertinya memang butuh bimbingan dalam bidang ini. Lirik lagu terdengar catchy, terbukti dari beberapa anak kecil yang tinggal di dekat rumah saya sudah mulai hafal dengan lirik lagunya. Meski lirik lagunya tidak terlalu bagus.

Dari dance, ternyata masih kacau dan "amburadul". Gerakan masih sederhana, kurang beragam dan tidak dinamis. Mungkin memang mereka menginginkan agar grup mereka sama seperti SNSD, terlihat "genit". Namun perlu diperhatikan bahwa betapa SNSD diberikan imej "genit", dalam dance mereka tidak main-main. Penampilan boleh genit, tapi dalam dance, gerakan mereka dinamis dan tidak sederhana. Dance dari 7 Icon ini dianggap seperti senam anak-anak, meski tampaknya mereka sudah berusaha keras menunjukkan dance yang terbaik. Namun, hasilnya cukup mengecewakan. Sayang sekali, sebenarnya. Padahal seharusnya di dalam MV(Music Video)-lah sebuah grup vokal memberikan yang terbaik, apalagi dalam dance. Tampak di video klip itu, ada seorang anggota yang hampir menabrak temannya, ngebenerin poni, dan ada pula yang kebingungan saat sedang dance.
Tak perlulah pakai kostum yang agak "terbuka", asalkan penampilan Anda prima.

Andai saja sebelum diproduksi, mereka diberi training khusus dalam dance dan vokal, tentunya mereka tidak akan"asal jadi" seperti ini. Tidak apa-apalah training setahun, baru muncul, toh nantinya bila kualitas vokal dan dance kalian bagus, kalian tidak akan dicap terlalu "miring" seperti ini.
Tapi saya yakin, bila Anda telah berkomitmen untuk serius dalam bidang yang Anda geluti dan terus berlatih, Anda pasti bisa menunjukkan yang terbaik.

Girlband memang bukan milik Korea saja, namun memang girlband "identik" dengan Korea. Dalam akun Facebook resmi 7 Icon, mereka memberikan perlawanan berupa statement yang menunjukkan bahwa memang adanya girlband di Korea pun adalah adopsi dari Jepang. Sebelum ada SNSD, telah ada MOMUSU (Morning Musume/Morning Girl) di Jepang. Perlu diluruskan di sini bahwa girlband dari dua negara tersebut cukup berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing. Girlband Jepang lebih kepada vokal. Sedangkan girlband Korea lebih fokus kepada dance dan vokal, meski pada masa sekarang, girlband Korea lebih diminati. Lalu haruskah kita mempermasalahkan hal ini?

Ada banyak sekali orang yang mulai mempertanyakan kualitas musik Indonesia, yang kabarnya mulai menurun. Banyak produser musik berbakat di Indonesia, namun tergilas dengan adanya keinginan pasar. Akhirnya, mereka memilih untuk menuruti permintaan pasar ketimbang menghasilkan musik yang berkualitas. Dan inilah yang seharusnya disayangkan. Seharusnya, kalaupun ingin menuruti keinginan selera musik masa kini, berikanlah yang terbaik. Memberikan sentuhan yang berbeda itu boleh, namun jangan sampai merusak cita rasanya.

Saya mungkin mendukung adanya girlband seperti ini. Menyatukan vokal dan dance itu tidak mudah, memang. Pesan saya, bila Anda ingin sukses, 7 Icon dan semua grup vokal sejenis ini yang hendak mengepakkan sayap di dunia musik Indoensia, camkan dalam diri Anda semua bahwa meski girlband/boyband Korea sedang diminati, janganlah malah meniru yang dari Korea sana, berikanlah sentuhan berbeda dan lebih "Indonesia". Jangan patah semangat dan hadapi semuanya, karena ini memang resiko kalian memilih jalan ini. Saya yakin, mungkin nantinya Anda akan memiliki fans yang tidak kalah banyak dengan SNSD sana, dan tidak menutup kemungkinan, bila Anda memang sudah benar-benar "bagus" dan TOP, saya malah jadi fans Anda.


(Foto 7 Icon yang dicap mengikuti salah satu foto dari SNSD)

Semangat! :)

Other video :
@ Derings





3 komentar:

  1. kalo hobi blogging ayo ikutan blogging competition Compfest 2011! Pendaftaran bebas biaya loh! Info lengkap di http://compfest2011.com/?id=b

    BalasHapus
  2. wah ... pengamatan yang jeli dan yah well cukup objektif ^^
    well, kalau girlband di Jepang emang ke vokal dan acara tv, dari usia muda udah direkrut dan pas masuk usia 20 tahunan dilulusin deh :D

    BalasHapus