Minggu, 15 Mei 2011

Me = Naive ?

Beberapa hari ini saya merenungkan banyak hal. Saya tidak merenungkan hal-hal yang berat, hanya saja saya memikirkan banyak hal kecil, namun berarti bagi kehidupan saya kemarin dan hari ini, yang menurut saya akan membawa perkembangan besar nantinya dalam kehidupan saya.

Yang saya pikirkan saat itu adalah tentang kehidupan saya.

Kehidupan saya flat dan saya pikir malah terlalu flat. Belum ada dinamika yang berarti dalam kehidupan saya itu. Dan saya pikir, itu cukup wajar, sebab saya sendiri masih duduk di kelas XI SMA dan beberapa bulan lagi, insya Allah, saya resmi menjadi murid kelas XII SMA. Tapi menurut saya, kehidupan itulah yang bikin saya bosan dengan kehidupan saya yang itu-itu aja. Apakah rutinitas yang padat dan datar, yang membuat saya jadi seperti itu? Mungkin saja.

Terkadang, saya memikirkan bisa punya kehidupan ceria seperti yang terlihat dipantulan gambar retina mata saya akan teman-teman satu sekolahan saya. Mereka tampak hidup, maksudku, mereka tampak menikmati hidup mereka. Dan entah kenapa, melihat mereka seperti itu, timbul rasa iri di hati saya. Kok bisa, ya mereka seceria itu? Padahal terkadang, kami sama-sama merasakan ulangan yang sama, tugas sekolah yang sama berat, materi ulangan yang sama padatnya. Rasa penasaran itu terus timbul, hingga membuat otak saya terasa berat akibat memikirkan hal itu. Ketika saya curhat dengan seorang teman, teman saya hanya bilang kalo hal seperti itu tampaknya tak perlu dipikirkan, toh memang pada dasarnya setiap orang itu berbeda. Namun, semakin teman saya itu meyakinkan saya bahwa pemikiran macam itu tak perlu dan tak seharusnya dipikirkan, makin besarlah rasa penasaran yang dibumbui rasa iri itu muncul.

Terkadang, saya juga iri dengan cara orang menghabiskan waktu dengan having fun. Jalan-jalan ke Mall atau malah shopping di Mall. Saya sendiri heran kenapa mereka begitu asyik dengan aktivitas seperti itu. Jujur, saya juga ingin seperti itu. Sekalinya saya pergi ke Mall, saya pasti bareng orang tua, dan jarang banget pergi bareng temen. Itupun perginya buat beli berbagai macam keperluan rumah tangga seperti persediaan makan untuk sebulan, dll. Shopping barang selain itu? Jarang sekali. Mengingat hal itu, saya malah berpikir kalo saya adalah orang yang membosankan, sehingga kayaknya orang aja males ngobrol dan main dengan saya. Seperti waktu TK, saya pernah merasa saya ini laki-laki karena teman saya semuanya laki-laki dan tidak ada temen perempuan yang mau main dengan saya, saya pun tidak terlalu suka main hal-hal yang berbau perempuan, seperti main boneka misalnya? Padahal orang tua saya sering sekali membelikan boneka untuk saya.

Timbul sebuah nasihat dari diri saya yang lain :
"Padahal, ada begitu banyak orang yang kurang beruntung. Tapi kamu malah nggak puas begini? Kamu mau jadi apa? Bersyukur dong! Kamu masih cukup beruntung punya orangtua yang mau menghabiskan waktunya untuk anak-anaknya dan mereka mendengar apa saja yang kamu butuhkan, meski tak semuanya mereka penuhi! Sadar dong! Sana, sujud syukur dan bersyukur sepuasnya!"

Ya, saya tahu.

Saya merasa kalo saya ini cewek paling membosankan sedunia. Saya nggak bisa diajak having fun. Saya juga nggak ngerti cara having fun kayak temen-temen seusia saya. Apa saya inilah yang menderita kuper-syndromme?

Apa saya emang cewek aneh?

Saya juga ingin punya selera fashion bagus kayak temen saya, yang bisa menghias diri dan pakai baju lucu. Tapi apa daya, saya sendiri heran kenapa saya begitu nyaman hanya mempunyai 2 jeans dan beberapa t-shirt di lemari. Saya jarang sekali beli baju baru. Itupun kalo ada acara apa, baru deh beli. Saya heraaaaaan sekali kenapa temen saya bisa punya begitu banyak baju yang lucu dan tiap kesempatan bertemu dengan baju bebas, mereka pasti tampil dengan baju yang berbeda-beda. Sedangkan saya? Mungkin beberapa kali teman saya melihat saya dengan baju yang sama, meski pakainya beda hari. Apa ini yang namanya nggak bersyukur ya?

Ya Tuhan, mohon ampun. Hamba tak bermaksud begitu, hanya saja... Ah, sudahlah. Saya emang kurang bersyukur. -___-"

Mohon Ampun, Ya Allah... :'(

Maybe someday, I'll discover the reason why I'm here. I do make mistake, because I'm human and not perfect. But, something I know is that I'm LIMITED EDITION and there's only one ME in this world. Even I'm not perfect and dull.



Pia
Palembang, 15/05/2011 22:11 PM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar