Jumat, 26 November 2010

Speak English With Me



Ya, setelah sekian lama saya menjadi seorang blogger yang amat cuek, saya kembali lagi dengan info seputar hal-hal yang terjadi di sekolah saya. Jeng-jeng-jeng! (Kayaknya setelah sekian lama nggak nge-blog dan sekarang balik lagi bikin saya geje begini, deh).

Kali ini saya ingin membahas tentang program baru yang dicanangkan oleh sekolah saya setelah program BUGEMM (Budaya Gemar Membaca dan Menulis, salah satu program unggulan sekolah. Dulu sih, program BUGEMM ini cuma bikin resensi buku. Tapi sekarang, malah bikin karya tulis.). Program baru itu disebut dengan ESM (English Speaking Model).

Nah, program ini mulai diberlakukan tanggal 12 November 2010 lalu. Dari namanya aja kita juga langsung tahu kan, kalo ini berarti ada hubungannya dengan Bahasa Inggris. Jadi, sistemnya gini, setiap minggunya akan dipilih 5-7 orang anak/kelas yang akan mendapat token atau lambang seperti ini:
Kalo udah begitu, si anak yang dapet token itu diwajibkan pake Bahasa Inggris selama di sekolah saya, SMA Plus Negeri 17 Palembang. Dan, bagi yang nggak dapet, kalo ingin berkomunikasi dengan anak yang dapet token itu, diwajibkan juga pake bahasa Inggris dengan si pemilik token. Wah, wah, wah... kebayang nggak tuh? :D
Bagi yang jadi siswa ESM tapi pas berkomunikasi malah nggak pake Bahasa Inggris, tentu saja dapet hukuman (kalo kedapetan sih). Jadi, hukumannya itu adalah:
1. Bila satu kali melanggar, harus berkeliling kelas dan meminta maaf.
2. Minta maaf di depan seluruh murid pas upacara bendera.
3. Bikin karya tulis, bukan diketik, tapi pake tangan!!!
OMG! Hukuman macam apa itu?

Bagi sebagian murid, ini bisa jadi mimpi buruk yang lumayan buruk. Tapi sebenernya, ngomong Bahasa Inggris di sekolah itu lumayan asik (meskipun terkadang harus nyampurin pake bahasa Indonesia dikit karena lupa atau nggak tau kosakata Bahasa Inggris yang tepat). Apalagi kadang jadi keterusan. Hihi... nggak banget ya.

Contohnya saja saya ini. Berhubung saya masuk kelas yang, yah, bisa dibilang setingkat kelas SBI, jadi di saat kelas lain yang dapet token itu 5-7 orang/kelas, seluruh penghuni kelas saya menjadi murid ESM itu secara menyeluruh.
"OMG! Jadi, saya harus pake Bahasa Inggris???"Kata saya pada waktu itu. Namun, begitu dijalani, ternyata nggak susah-susah amat kok.
Sekarang, hal yang menjadi momok besar bagi setiap murid ESM adalah bagaimana caranya berbicara Bahasa Inggris dengan baik dan tanpa malu-malu dengan orang lain. Karena bagaimanapun terlihat sempurnanya sesuatu, pasti ada kekurangannya.
Yah, menurut saya pribadi, ESM ini kurang menunjukkan keefektifannya sebab masih banyak murid yang merasa malu dan gengsi untuk berbicara dalam Bahasa Inggris. Saya juga merasakannya. Apalagi kalo kita salah omong, hyaaahh! Nggak banget deh!

So, ingin mencoba berbicara Bahasa Inggris di lingkungan sekolah? Hihi... :D



*Wah, ternyata setelah saya pikir-pikir, tulisan saya jadi geje setiap saya vakum nge-blog dalam waktu yang cukup lama. Hihi... :D *

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar