Minggu, 20 Maret 2011

I Heart You Indonesia : Game Indonesia

Sudah berapa lama saya meninggalkan blog ini? Walah, tampaknya udah lama sekali, ya... - -"
Ya sudahlah, kalo gitu mari kita lupakan masa lalu dan mulai memikirkan masa depan, biarlah masa lalu menjadi pelajaran dan pemacu semangat kita yang hidup di masa kini. Eh, kok saya malah nge-Da'i di sini? - -"

Oke lanjut.

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng nyari tambahan game baru di iPod saya di aplikasi appstore iPod tersebut. Karena pengetahuan saya tentang game yang menarik di iPod itu lumayan minim, maka saya mulai mencari di jajaran "Top 25" ( dan tentunya di "Top Free". Hehe... Gak mungkin saya pilih yang "Top Paid" karena bayarnya pake dollar dan lumayan... ehem, mahal. Oke, lanjut lagi). Ketika sedang asyik mencari, mata saya tertuju pada game "Sushi Chain Lite".

Yang membuat saya tertarik bukan karena genre game tersebut yang menyajikan game ala restoran sushi. Meskipun saya memang menyukai hal yang berbau Jepang, tapi percayalah, bukan itu yang membuat saya tertarik membaca dan ingin segera melihat screenshot game ini. Lalu apa dong yang bikin kamu tertarik?

Ternyata, game ini merupakan salah satu game buatan Indonesia, sodara-sodara! Seketika itu, luapan darah nasionalisme saya membara (lebay) dan membuat saya sangat penasaran untuk segera memainkan game ini. Jujur saya katakan kalo saya ini merupakan orang yang bisa meluap rasa nasionalisme-nya begitu melihat, mendengar hal-hal tentang keunggulan Indonesia di mata dunia. Seperti halnya saat saya melihat sebuah nama game publisher khas Indonesia terpampang jelas di daftar Top Free 25 AppStore iPod yang bisa dibilang merupakan hasil penilaian melalui rating tingkat dunia. Artinya game ini bisa bersaing dengan game-game buatan negara lain.



Kemudian, begitu saya melihat lebih lanjut lagi di bagian deskripsi game, saya kembali dibuat takjub saat mengetahui ternyata game ini laris di-download oleh pengguna iPod, iPhone ataupun iPad dari seluruh dunia.


Ini menunjukkan betapa sebenarnya Indonesia memiliki banyak bakat terpendam dan potensi tingkat dunia yang sangat potensial. Seperti dalam bidang game ini.
Ini bukan pertama kalinya game Indonesia bisa diterima dengan baik di dunia. Sebelumnya pada tahun 2007, saya sempat mendengar kabar tentang game buatan Indonesia yang bisa menembus pasar dunia. Game ini berjudul "Burger Rush".

Mungkin di antara para pembaca sekalian sudah ada yang pernah tahu tentang hal ini, bahkan mungkin sudah pernah memainkan game ini. Dan mungkin juga, tidak banyak yang tahu tentang betapa game ini mampu merebut hati gamers dunia pada masanya. Kedua game ini, baik Sushi Chain Lite dan Burger Rush ini sama-sama memiliki genre yang sama, yaitu memadukan game setipe Diner Dash dengan Bejeweled, sehingga menjadikan kedua game ini sebagai salah satu game unik dan menjadi ciri khas tersendiri.




Secara grafis, kedua game ini cukup menarik perhatian. Namun mungkin memang yang sangat disayangkan, game ini belum bisa mengangkat hal yang berbau "Indonesia". Tapi sepertinya hal itu tidak menjadi masalah besar, sebab tanpa itupun, game ini sudah mampu mengangkat derajat negeri ini menjadi salah satu negara yang berpotensi dalam bidang IT dan game.
Kebayang dong kalo sampe Indonesia jadi salah satu negara developer game terkenal di dunia?

Bicara soal game, ternyata ada lagi game buatan anak negeri yang patut diacungi jempol. Game ini bisa dibilang game online dengan genre petualangan yang paling oke saat ini. Ya, game "Nusantara Online" merupakan game yang setipe dengan game online keluaran Korea (atau Cina?), Perfect World.

Bedanya, "Nusantara Online" menyajikan grafis khas Indonesia, meskipun masih dilapisi dengan grafis 3D yang bisa dibilang sudah "halus".
*Bahkan Poconggg pun tampil sebagai monster di sini*

Sayangnya, game ini tampaknya masih sepi peminat karena kurangnya promosi. Padahal, beban yang ditanggung game ini cukup berat, sebab game ini merupakan salah satu hasil unjuk gigi Indonesia terhadap dunia. Katanya sih, jika game ini jelek, maka game ini secara tidak langsung sudah mencoreng nama baik Indonesia. Ya ampun... --"


Dari beberapa game keren yang berhasil saya liput hari ini (sok jurnalis banget), bisa dilihat 'kan, betapa game Indonesia sebenarnya mampu menyaingi negara lain yang lebih "wah" dalam membuat game seperti Jepang, Amerika, Korea atau Cina?
Nah, tugas kitalah sebagai generasi penerus bangsa (sok Da'i banget) yang meneruskan perjuangan pembuat game-game cemerlang ini. Bagi yang berminat dalam hal seperti ini, jangan sampai menjadi impian terpendam saja, mulailah belajar dan tekuni minat itu. Siapa tahu, dari minat timbul bakat dan membuat kantong padat, iya nggak?



Sekali lagi, maju Indonesia! :)


Sumber Gambar : Google.com (Burger Rush dan Nusantara Online) dan hasil capture game melalui iPod pribadi (Sushi Chain Lite)

Selasa, 08 Februari 2011

Kedokteran oh... kedokteran

"Kamu mau masuk fakultas apa?"
"Ya kayak biasa, kedokteran..."
"Iya sih, orang tua saya berharap banget aku masuk kedokteran. Kamu juga?"
"Orang tua aku sih nggak terlalu maksa, cuma berharap. Kalo nggak juga nggak apa-apa. Lagian, aku kan emang dari dulu pengen jadi dokter."
"Yah, yang penting orang tua bahagia deh."

Pernah mendengar secara langsung pembicaraan seperti di atas? Bagi yang udah SMA biasanya udah seriiing banget ngedengerin pembicaraan di atas. Seriuosly, banyak banget emang yang bahas itu. Apalagi bagi kakak-kakak kita yang udah kelas XII SMA. Pastinya tambah sering denger dialog atau bahkan jadi tokoh utama dialog di atas.

Kedokteran... Kedokteran...

Kata itu seakan membius siapa saja agar menjadi bagian dari mereka. Nggak usah jauh-jauh nanya ke anak seluruh Indonesia, tanyain aja sama seluruh siswa sekolahmu, kebanyakan dari mereka pasti ngejawab "kedokteran". Di sekolah saya, SMA Plus Negeri 17 Palembang, 70% bahkan mendekati 80% nya memilih fakultas kedokteran sebagai fakultas impiannya. Entah tuh fakultas pake bantuan dukun apa sampe kebanyakan remaja berlomba-lomba masuk fakultas ini, nggak peduli masuk universitas apa. Yang penting setelah tamat, di depan nama harus mejeng huruf "d" dan "r". Ralat, biasanya sih itu untuk plan B bagi yang gagal masuk PTN favorit (semoga aja nggak, yaaa. Amin).

Muncul pertanyaan.

"Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hampir seluruh pelajar di Indonesia untuk masuk Fakultas Kedokteran?"

Intinya : " kenapa kamu mau masuk FK dan kenapa kamu bercita-cita masuk FK dan menjadi dokter?" (banyak banget "dan"-nya)
Untuk mempermudah, mari saya beri pilihan dari hasil pemikiran saya :
1. Untuk membahagiakan orang tua.
2. Dipaksa orang tua.
3. Biar hidup senang di masa depan (intinya mau dapet untung banyaaaak).
4. Biar naikin fame meter kamu. Seneng kan kalo dibilang "wah, anak kedokteran tuh!" Intinya naikin reputasi.
5. Bener-bener tulus nolong orang.

Mohon pilih yang mana yang menurut kamu paling KAMU BANGET. Dan mohon jawab dengan setulus hati, jujur dan bukan merupakan dorongan ataupun paksaan dari orang lain.

Ya udah deh, neng! Jadi intinya apa? Lo mau menghalang-halangi pelajar Indonesia yang mau ke Fakultas Kedokteran biar mengurungkan niatnya masuk ke fakultas itu?

No, no, no... Bukan. Bukan itu maksud saya ngeposting post ini. Emang mungkin menghalangi, tapi bukan menghalangi masuk FK. Saya hanya ingin menghalangi rasa terpaksa masuk FK.

Terpaksa? Masa sih?

Pesona FK memang menggoda, tapi tahukah kalian bahwa ada begitu banyak pelajar di Indonesia yang udah masuk ke FK, tapi nyatanya, mereka malah tidak bisa menikmati kehidupan kampus FK karena memang tidak berminat pada awalnya dan terpaksa. Ya, terpaksa. Mungkin memang ada yang sejak kecil bercita-cita menjadi dokter. Tapi bagaimana, ya?
Benarkah itu merupakan cita-cita dari hati?
Kalo kamu aja masih ragu jawabnya, langsung aja deh jujur kalo itu cita-cita mulut Anda. Bukan hati Anda.

Sebagai contoh, kalo kamu tanya anak SD kelas 1 atau 2 tentang cita-cita, kebanyakan dari mereka menjawab,"mau jadi dokter." Entah mereka mengerti atau tidak apa itu dokter, karena sepanjang yang saya tahu, di mata anak-anak, dokter itu kerjaannya menolong orang yang sakit.
Saya sering membaca surat kabar yang memuat pojok anak-anak. Di sana sering dimuat biodata-biodata anak-anak umur 1 bulan-4 tahun beserta foto-foto. Lucunya, saya melihat beberapa kejanggalan di biodata itu. Masa sih ada bayi umur 1-2 bulan yang udah mikirin cita-cita? Nggak nyambung TOTAL! Dan anehnya, kebanyakan dari biodata tersebut menyebutkan bahwa mereka bercita-cita menjadi dokter! Wah, jadi ingat, saya seumur gitu masih hobi nangis di rumah orang dan belum mikir apa-apa. Kok mereka udah pada mikir cita-cita? Okelah, yang nulis itu orang tua mereka, dengan harapan mereka bisa jadi dokter. Tapi benarkah itu pilihan hati mereka nantinya? Jawabannya bisa "iya" atau "tidak". Tergantung si anak.

Jelaslah sudah bahwa memang FK jadi idaman semua pelajar. Nggak cuma pelajar deh, anak-anak belom sekolah aja udah digerakkan mulutnya biar kalo ditanya cita-cita jawabnya "dokter". Ironi.

Saya pernah mendengar secara langsung teman saya yang bilang:
"Pokoknya taon depan aku mau membahagiakan orang tuaku! Masuk kedokteran! Amin!"
Saya doakan Anda bisa teman. Tapi nanya sedikit, apakah benar kalo mau membahagiakan orang tua harus masuk kedokteran? Sedangkan kalo kalian peka, ada begitu banyak cara untuk membahagiakan orang tua. Entah sadar atau nggak...

Well, wahai pelajar se-Indonesia... Benarkah itu adalah pilihan kalian?

Bagus deh kalo kalian emang niat BANGET masuk FK. Saya doakan agar kalian bisa diterima di FK. Dimanapun nantinya kalian berada. Saya doakan pula kalian agar bisa jadi dokter yang rajin, rendah hati, jujur, anti MALPRAKTEK, dan berguna bagi bangsa dan negara. PLUS! Membawa pengaruh baik dan kesejahteraan Indonesia tercinta (amin).

Tapi buat yang sendirinya masih ragu, aku bener-bener harapkan agar kalian bisa berfikir ulang tentang impian "menjadi dokter" tersebut. Benarkah itu yang kalian inginkan dan bukan merupakan tuntutan dari orang tua?

Saya hanya nggak mau pelajar Indonesia susah-susah masuk FK karena terpaksa. Well, saya tahu, menjadi tumpuan harapan orang itu susah. Bikin capek. Bikin muak. Bikin stress. Tapi satu yang kalian harus tau. Fakultas, jurusan... semuanya ada untuk menampung minat dan bakat kalian. Kalo minat ada tapi bakat nggak ada... nggak bisa. Kurang mendukung. Bakat ada tapi minat nggak ada? Apalagi itu. Sangat kurang mendukung malah. Takutnya malah terpaksa dan ketika tiba saatnya kita hengkang dari fakultas tujuan tersebut, kita malah nggak dapet apa-apa. Memang yang paling enak itu minat ada dan bakat ada.

Saya tidak benci pada fakultas kedokteran. Jujur, pengen sih masuk kedokteran. Siapa coba yang nggak mau? Hanya saja saya nggak terlalu minat pada fakultas itu. Entah kenapa... (Jangan-jangan nggak normal?).

Saya hanya sedih membayangkan ada begitu banyak pelajar yang berusaha mati-matian demi sesuatu yang masih diragukannya dan bukan impian tulus dari hatinya.

Saya pernah menonton tayangan Kick Andy yang inspiratif (seperti biasa). Ada suatu episode dimana ditampilkan seorang guru (penulis mungkin? lupa) yang mengatakan bahwa, ia bisa saja menjadi dokter. Namun ia merasa dokter bukanlah panggilan hatinya. Ia terpanggil untuk mengamalkan ilmu yang ia dapatkan kepada orang lain. Menurutnya, ilmu justru merupakan sesuatu yang bisa terus-menerus dihasilkan dan dibagikan. Justru gurulah yang nantinya bisa menghasilkan dokter, arsitek, insinyur dan sebagainya. Kemudian, ia juga mengatakan betapa tanpa kreativitas, manusia itu tidak bisa sukses. Dan kreativitas itulah sebenarnya kunci dari kesuksesan tiap manusia.

Kreativitas itulah sebenarnya kunci dari kesuksesan tiap manusia.


Renungkan kalimat terakhir itu.

Jujur, saya membenarkan kalimat itu dan saya coba tanamkan dalam pikiran saya. Muncul dalam benak saya, bahwa apapun pekerjaan nantinya, tanpa kreativitas, pekerjaan hanyalah pengisi kartu KTP atau tanda pengenal saja. Kreativitas di sini bukanlah dalam arti kalian bisa menghasilkan sesuatu yang berbau seni, memang mungkin ada kaitannya. Namun, kreativitas yang saya maksud di sini adalah kecerdasan dalam melihat peluang yang ada.

So, buat kalian yang masih ragu, saya wanti-wanti lagi deh! Tolong pikirkan matang-matang tentang tujuan kalian itu.
Dan buat yang udah yakin. Yup, saya doakan kalian sukses, ya! :)

Ciao! ;)

Selasa, 04 Januari 2011

Launch! Launch! Launch! :)

Well, yeah! Sudah sebulan lebih saya hiatus dan akhirnya saya menyadari kalo blog ini sudah berumur 2 tahun! Hell yeah! Padahal tadinya saya berniat membagi-bagikan award sebagai peringatan dua tahun berdirinya blog ini. Dan yah, saya juga berniat mengganti tampilan blog ini, meski akhirnya nggak jadi. Well, that's okay! Semoga saja bisa dilaksanakan secepat mungkin. Tadinya, tampilan "terbaru" blog ini sudah saya siapkan, tapi berhubung ada sedikit "masalah" (baca : You Come And Then I Cry) yang seriously bermasalah... Tampilan blog yang sudah siap itu terpaksa batal tampil. Okelah, ya sudah... yang lalu biarkanlah berlalu dan sekarang saatnya membuka lembaran baru ! Yaay! :)

By the way, udah tahun baru kan, ya? Meskipun telat ngucapin, yang penting ngucapin kan? Lagipula, kita masih ada di suasana tahun baru (suasananya doang) :p

HAPPY NEW YEAR 2011!!! :D

Masih di suasana tahun baru yang "warm" (kalo "hot" udah lewat. Tahun barunya kan tanggal 1 kemaren), saya berniat melanjutkan menulis di tumblr.com . Sebelumnya saya udah pernah bikin karena iseng, yah sekitar 8 bulan yang lalu. Namun entah kenapa, setelah menulis 2 post ( yang satu 8 bulan yang lalu dan yang satunya lagi 6 bulan yang lalu), saya hiatus dari tumblr dalam waktu yang sangaaaaaaaaat lama. dan akhirnya saya kembali menulis di tumblr tadi pagi dan merubah tampilannya. Yaaay! :)
Hope you like it!
Silahkan klik banner di bawah untuk segera menuju ke tumblr saya :)



*Gambar drakulanya serem amat yah -,-"


Well, enjoy it everyone! XOXO :)

Senin, 29 November 2010

My First J-Fest : Aki No Matsuri ;)

Ah.. akhirnya saya bisa juga posting lagi. Sebenernya tangan saya udah gatel pengen nulis sejak beberapa hari yang lalu, tapi nggak ada bahan obrolan. Dan sekarang, saya balik lagi dengan laporan saya tentang Festival Jepang pertama saya di Bunkasai Aki No Matsuri tanggal 28 November 2010 kemarin (ada yang ulang tahun? ;) ). Duh, kayaknya blog ini lama-lama bisa jadi koran deh, soalnya sering banget ngeliput acara ginian. Yah, setidaknya masih bisa jadi cerita deh ;) Saya kan anak JURNALISTIK! :D

Tanggal 28 November 2010 kemarin, di STBA Methodist, saya dan beberapa orang teman dari sekolah yang sama mewakili sekolah kami buat ikutan Festival Jepang yang (katanya) baru pertama kali diadakan di kota Palembang. Saya yang masih bisa dikatakan otaku (maniak/fans berat), meskipun nggak se-otaku dulu, ini cukup tertarik buat datang dan mengikuti festival kayak gini. Lombanya juga beragam, meski lomba yang diadakan sama saja seperti bunkasai pada umumnya, seperti cosplay (costume player/kostum seperti tokoh anime dan manga/Komik Jepang), lomba manga, lomba mading (ini kayaknya nggak biasa diadain di Bunkasai deh),

Teman-teman satu eskul saya yang ikutan lomba Mading
Photo by : Muhammad Warizmi Wafiq


Lomba Band (pastinya lagu yang dibawain lagu-lagu Jepang), lomba cover dance (setahu saya sih, ini dilombain. Tapi pas pengumuman nggak disebutin siapa pemenangnya. Menurut berita, lomba ini dibatalin karena kurangnya peserta yang berpartisipasi), Lomba Hiragana reading (Lomba baca huruf Hiragana), Lomba speech Bahasa Jepang, dan Lomba kaligrafi. Kalo saya sih ikut berpartisipasi pada lomba manga.

MC Bunkasai yang pake baju Kimono ala Bangsawan Jepang (kayaknya)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Sebagai orang yang pertama kali ikutan Festival kayak gini, tentunya saya merasa deg-degan, entah kenapa. Apalagi selain saya dan tiga orang teman yang ikutan lomba manga, ada beberapa teman yang ikutan Lomba cosplay, yang tentunya menampilkan kostum yang bagus-bagus. Ada yang jadi Misa Amane-nya Death Note, Konan-nya Naruto,

Konan (Naruto) dan Misa Amane (Death Note)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Sakura Kinomoto-nya Cardcaptor Sakura, dan Honoka Yukishiro-nya Pretty Cure. Sakura (Cardcaptor Sakura) dan Honoka Yukishiro (Pretty Cure)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Belum lagi peserta cosplay dari sekolah/institusi lainnya. Ada Chii-nya Chobits, tokoh Vampire Knight, Rin si vocaloid, Yui Hirasawa-nya K-ON!, Yondaime-nya Naruto, dan sebagainya. Kostum-kostum yang digunakan pun juga menarik dan lucu-lucu. Bahkan ada yang mengaku sampe beli kostumnya secara online di internet dengan harga yang nggak murah. Sampe Rp 500.000 lebih!!! :O (entah ingin terkejut atau apa, yang jelas bikin ternganga).


Suasana Lomba Manga (saya yang baju ungu)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Pada lomba manga, tema yang diberikan adalah "Aku dan Ibu" yang jelas-jelas bikin saya sebagai peserta rada nggak siap karena nggak tahu mau bikin cerita kayak apa. Yang jelas, saya nggak mau bikin cerita yang lucu tapi geje ataupun cerita sedih dan dramatis tapi terlalu sinetron. Masalahnya, setiap saya mikirin cerita, ceritanya malah lebih kayak sinetron. Aduh aduh aduh... Padahal jujur saja, saya nggak suka loh nonton sinetron. Alasannya jelas, soalnya ceritanya nggak asik dan ngebosenin! (Maaf buat produser sinetron mana pun yang baca post ini. Saran saya, sebelum bikin sinetron, tolong adakan dulu riset, biar ceritanya nyambung dan real). Jadi saya bikin ceritanya gini :
Laras adalah seorang Mahasiswa yang bisa dibilang termasuk orang yang nggak mampu (meski aku nggak nyertain alasan kenapa dia bisa kuliah. Tapi insya Allah bisa dibenerin dikemudian hari). Dia pengen banget punya perhiasan emas kayak punya temennya. Dia sering minta ke ibunya, tapi nggak pernah dikasih. Suatu hari, dia pulang bareng ibunya dan iapun bertanya pada ibunya, kapan kira-kira dia bisa dibeliin perhiasan emas. Tapi ia sama sekali nggak membiarkan ibunya bicara, dia langsung bilang kalo ibunya itu nyebelin dan nggak mungkin bisa ngebeliin perhiasan. Karena kesal, Laras berlari dan hampir ditabrak. Ternyata, dia malah nggak luka sama sekali. Begitu dilihatnya, ternyata ibunyalah yang menukar nyawanya demi melindunginya
THE END

Tuh kan? Terlalu sinetron! Biasa! Lain kali saya mau bikin cerita yang lebih real lagi ah... :P

Saya yang lagi serius bikin komik (nggak penting banget)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Kesan saya waktu ikut lomba Manga : satu kata, capek. Eh, satu lagi deh! Pegel!
Apalagi waktu yang dikasih malah dikit banget. Bikin komik itu susah loh yaaa!!! dua jam setengah mana cukup! Jadilah, saya berhasil membuat 6 halaman manga dan begitu keluar ruangan jadi ngedumel nggak jelas. Nafsu makan saya hilang begitu saja.

Untungnya saat itu, lomba cosplay masih dilaksanakan dan yah, lagi ada parade cosplay, jadi cukup terhibur. Mood saya langsung membaik setelah itu.

Pukul 06.00 p.m
Tibalah pengumuman hasil lomba. Alhamdulillah, cerita geje yang saya tawarkan di lomba manga tadi berhasil mengantarkan saya pada posisi teratas, singkatnya juara I (bahasanya lebay amat!). Horee! Mana setelah itu, saya ditawari buat memperbaiki karya geje tadi untuk diterbitkan. Huah! Thanks God! Semoga ini bisa jadi langkah awal untuk meraih cita-cita say abuat jadi mangaka/komikus terkenal, ya? Amin ;)

Alhamdulillah lagi, sekolah saya berhasil dapet juara I lomba speech Jepang; Juara I dan II Lomba Hiragana reading; Juara III Lomba cosplay dengan kostum Misa Amane-nya Death Note. Borong nih! :D

Good job teman-teman! Kira-kira kapan lagi ya, ada Festival kayak gini lagi di Palembang? Semoga saja tahun depan bisa lebih baik lagi. Amin.

Teman-teman satu sekolah yang berpartisipasi dalam lomba (yang pake kimono itu,kimononya asli looh!)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq




*Special Thanks buat Muhammad Warizmi Wafiq yang udah rela foto-foto hasil jepretannya saya ambil dan beberapa teman yang udah mau nampang di sini :D

Jumat, 26 November 2010

Speak English With Me



Ya, setelah sekian lama saya menjadi seorang blogger yang amat cuek, saya kembali lagi dengan info seputar hal-hal yang terjadi di sekolah saya. Jeng-jeng-jeng! (Kayaknya setelah sekian lama nggak nge-blog dan sekarang balik lagi bikin saya geje begini, deh).

Kali ini saya ingin membahas tentang program baru yang dicanangkan oleh sekolah saya setelah program BUGEMM (Budaya Gemar Membaca dan Menulis, salah satu program unggulan sekolah. Dulu sih, program BUGEMM ini cuma bikin resensi buku. Tapi sekarang, malah bikin karya tulis.). Program baru itu disebut dengan ESM (English Speaking Model).

Nah, program ini mulai diberlakukan tanggal 12 November 2010 lalu. Dari namanya aja kita juga langsung tahu kan, kalo ini berarti ada hubungannya dengan Bahasa Inggris. Jadi, sistemnya gini, setiap minggunya akan dipilih 5-7 orang anak/kelas yang akan mendapat token atau lambang seperti ini:
Kalo udah begitu, si anak yang dapet token itu diwajibkan pake Bahasa Inggris selama di sekolah saya, SMA Plus Negeri 17 Palembang. Dan, bagi yang nggak dapet, kalo ingin berkomunikasi dengan anak yang dapet token itu, diwajibkan juga pake bahasa Inggris dengan si pemilik token. Wah, wah, wah... kebayang nggak tuh? :D
Bagi yang jadi siswa ESM tapi pas berkomunikasi malah nggak pake Bahasa Inggris, tentu saja dapet hukuman (kalo kedapetan sih). Jadi, hukumannya itu adalah:
1. Bila satu kali melanggar, harus berkeliling kelas dan meminta maaf.
2. Minta maaf di depan seluruh murid pas upacara bendera.
3. Bikin karya tulis, bukan diketik, tapi pake tangan!!!
OMG! Hukuman macam apa itu?

Bagi sebagian murid, ini bisa jadi mimpi buruk yang lumayan buruk. Tapi sebenernya, ngomong Bahasa Inggris di sekolah itu lumayan asik (meskipun terkadang harus nyampurin pake bahasa Indonesia dikit karena lupa atau nggak tau kosakata Bahasa Inggris yang tepat). Apalagi kadang jadi keterusan. Hihi... nggak banget ya.

Contohnya saja saya ini. Berhubung saya masuk kelas yang, yah, bisa dibilang setingkat kelas SBI, jadi di saat kelas lain yang dapet token itu 5-7 orang/kelas, seluruh penghuni kelas saya menjadi murid ESM itu secara menyeluruh.
"OMG! Jadi, saya harus pake Bahasa Inggris???"Kata saya pada waktu itu. Namun, begitu dijalani, ternyata nggak susah-susah amat kok.
Sekarang, hal yang menjadi momok besar bagi setiap murid ESM adalah bagaimana caranya berbicara Bahasa Inggris dengan baik dan tanpa malu-malu dengan orang lain. Karena bagaimanapun terlihat sempurnanya sesuatu, pasti ada kekurangannya.
Yah, menurut saya pribadi, ESM ini kurang menunjukkan keefektifannya sebab masih banyak murid yang merasa malu dan gengsi untuk berbicara dalam Bahasa Inggris. Saya juga merasakannya. Apalagi kalo kita salah omong, hyaaahh! Nggak banget deh!

So, ingin mencoba berbicara Bahasa Inggris di lingkungan sekolah? Hihi... :D



*Wah, ternyata setelah saya pikir-pikir, tulisan saya jadi geje setiap saya vakum nge-blog dalam waktu yang cukup lama. Hihi... :D *