Tampilkan postingan dengan label Suka-duka cugax girl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suka-duka cugax girl. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 November 2012

A Message

Another day passed by, and here I am. Still with a same blog dan jujur, saya semakin tidak mengerti isi blog ini. Dulu, mungkin memang blog ini ditujukan untuk personal diary yang akhirnya merambat menjadi suatu hobi baru, yaitu menulis hal-hal "random". Saya tidak mengerti kenapa akhirnya memilih untuk terus menulis. Menulis banyak hal, misalnya kegiatan saya di sekolah, curhat tentang "gebetan" hingga akhirnya curhat tentang kegagalan saya.

Saya pertama kali menulis di blog ini pada penghujung tahun 2008, saat itu saya masih duduk di kelas IX SMP. Saya masih ingat post yang saya tulis saat itu memang full of thoughts, dan sekali lagi, tanpa orientasi yang jelas. Sampai sekarang, saya masih bingung, tujuan blog ini APA? Daily thoughts? I don't think so, karena memang isi blog ini bukan hanya tentang itu, meski isinya kebanyakan tentang itu. Yang bisa saya katakan adalah bahwa blog ini adalah blog "gado-gado" yang memang saya persiapkan untuk menampung "gado-gado" pikiran saya.

Tidak terasa, blog ini sudah begitu lama berdiri dan masih berada pada ketidakjelasan tujuan yang sama. Ya iyalah, penulisnya pun masih sama. Dan saya yakin, blog ini salah satu saksi mata perjalanan hidup dan proses kedewasaan saya. Mulai saya masih memakai rok biru tua hingga saat ini, saat saya mulai mengganti semuanya dengan kedewasaan baru (yang saat ini pun masih saya ragukan keberadaannya).

Saya tidak berniat meninggalkan blog ini, saya tidak berniat menghapusnya. Saya hanya ingin hiatus dan membuat sesuatu yang baru, yang lebih "jelas" arah dan tujuannya. Entah itu akan berupa blog tentang kata-kata, tentang makanan, atau mungkin tentang fashion (meski untuk hal satu ini, saya masih ragu untuk terjun di dalamnya karena fashion tidak terlalu saya mengerti dan mungkin memang bukan bidang saya. Haha)

Saya tetap akan menulis di sini, meski tidak tahu kapan saya akan kembali ke "rumah" ini lagi. Tapi percayalah, saya akan kembali.

Dan ketika itu, saya sudah punya cerita baru dengan kekhasan yang sama. Tidak akan berubah, tetap dengan kekhasan saya.


Dan hibernasi pun dimulai....

Jumat, 03 Agustus 2012

JANGAN MENYERAH!!!

Tuhan Maha Adil... Maha Mengetahui

Itu yang saya terus yakini sepanjang saya berada di bumi untuk hidup sebagai seorang manusia. Saya terus yakin bahwa Tuhan memang Maha segala-galanya. Paling tahu yang terbaik, paling tahu akan apa saja. Kita manusia ini bagai orang yang disuruh bermain "lek-lek uwong buto", permainan tradisional khas Indonesia (nama ini hanyalah nama yang biasa digunakan di daerah dimana saya tinggal, Palembang), dimana yang jaga harus menangkap pemain lainnya dengan mata tertutup. Yang bisa diharapkan sang pemain hanyalah petunjuk yang diberikan pemain lain. Namun, kita sendiri tidak tahu apakah petunjuk itu benar atau salah, dan itulah pilihan kita, mau mengikuti atau tidak.
Setiap manusia memiliki pilihan hidup, setidaknya setiap pilihan pasti memiliki pengorbanan, dan pasti memiliki opportunity cost masing-masing. Diantara setiap petunjuk berupa pilihan itu, semuanya memiliki tingkat kesulitan berbeda. Sama seperti sebuah game, kita bebas memilih mau difficulty yang mana: easy, medium, hard, atau bahkan tingkat yang lebih sulit lagi. Namun itu di dalam game. Kenyataannya adalah di hidup ini, kita memang bisa bebas memilih mau pilih pilihan yang mana, tapi bagaimana kalau kita dihadapkan pada pilihan yang sulit? Semuanya sulit. Seakan-akan dunia sudah memusuhi kita. Wajar kalau merasa down, yang tidak wajar adalah ketidakdewasaan kita bila nantinya, kita menyalahkan orang lain akan semua pilihan sulit yang diajukan pada kita. Mengapa? Sebab dalam hal ini, tidak ada kata "orang lain", hanya "saya" yang ada.
Setelah bicara soal pilihan, kita akan maju selangkah dan mulai berpikir untuk menuntaskan mission bernama pilihan itu. Sebenarnya sih, pilihan itu cuma sub-mission dan mission sesungguhnya lebih akrab dikenal dengan nama tujuan. Demi menjalankan sub-mission itu kita bakal menemui banyak jalan bercabang dan tidak bisa lurus terus. Mengapa? Sebab, bayangkan saja bila kita terus berjalan lurus tanpa bergerak ke kanan dan kiri, ya bisa terbentur kita. Masih nanya juga :D. Di setiap jalan yang kita telusuri itu pasti membawa kita pada pilihan baru, ketemu jalan baru lagi, ketemu pilihan lagi, begitu seterusnya. Bosan? Kita seharusnya tidak diberi kesempatan untuk merasa bosan, karena waktu dan dunia tidak menunggu kita. Menyerah? Apalagi. Pernah mendengar bahwa dunia bukan untuk orang-orang yang patah semangat. Mungkin memang masih bisa ditinggali oleh orang semacam itu, tapi dia mungkin akan merasakan dunia yang gelap dan dingin, tidak ramah, kecuali bila mereka bangkit.
Bagaimana bila kita akhirnya menemukan jalan buntu, bersama pilihan yang sulit? Yang bisa saya berikan adalah bawa serta pilihan yang menurutmu paling mampu Anda laksanakan dan bersiaplah mendaki tembok yang membuat buntu jalan itu. Atau kalau bisa, hancurkan, sehingga Anda bisa melanjutkan perjalanan Anda. Toh, jalan buntu bukan berarti Anda harus kecewa atau menyerah 'kan? Ingatlah bahwa dibalik jalan buntu pasti ada jalan baru lagi, namun bedanya, jalan itu dibatasi oleh tembok atau bahkan jurang curam. Setiap manusia pasti diberi bekal dalam perjalanannya berupa akal dan hati, itu bisa Anda gunakan sebagai palu untuk menghancurkan tembok ataupun tali untuk membantu Anda menuruni jurang, atau membuat sesuatu lainnya untuk membuat Anda "keluar" dari keadaan "jalan buntu" tersebut.

OKE...

Saya puas sudah menulis intro sepanjang itu, kalianpun sudah bosan membacanya 'kan? Kini muncul lagi pernyataan...

"Ngomong mah mudah, ngejalaninnya? Sotoy amat lu udah ngomong soal kehidupan, masih lulusan SMA juga."

Saya memang masih lulusan SMA, tapi 17 tahun 5 bulan sudah bukan waktu yang singkat dalam mempelajari kehidupan. Meski sedikit, saya sudah juga mengecap bagaimana rasanya hidup. Di dunia ini tidak selamanya "yang tua berpengalaman". Kita semua di dunia ini masih "trainee" semua kok, masih perlu belajar banyak meski Anda sudah berumur jauuuuuuuh lebih tua dari saya.

Jadi, saya ingin sedikit curhat di sini. Yang menginspirasi saya sebenarnya adalah kegagalan saya dalam 3 kali saya mengikuti ujian. Itulah mungkin yang menjelaskan kenapa awalnya saya ingin memberi posting ini dengan judul "Dan Kemanakah Kita, Saat Kita Dipenuhi Lelah, Frustasi, dan Down?" Ya, saya sedang lelah, frustasi, dan down saat ini.

Pertama, SNMPTN. Sejujurnya, saya hanya mengikuti motivasi dari tentor tempat saya belajar bahwa kita harus yakin. Jadilah setelah saya belajar sekeras mungkin, saya coba teriakkan dalam hati bahwa saya harus yakin. Saya merasa yakin dan akhirnya saat pengumuman SNMPTN, saya meratapi layar laptop yang mengatakan bahwa saya tidak lulus. Oke, saya kembali bangkit beberapa jam setelah itu.

Kedua, saya mengikuti ujian universitas lain, dimana nilai SNMPTN kemarin diproses untuk penerimaan universitas tersebut, kembali, saya gagal. Namun, yang saya yakini adalah, hal yang membuat kegagalan itu adalah hati saya yang kurang mantap akibat kecewa SNMPTN dan kesalahan saya dalam menentukan pilihan (saat itu, saya memilih pilihan yang salah, passing grade fakultas yang saya pilih waktu itu terlampau tinggi). Oke, saya kembali bangkit dan kebangkitan saya jauh lebih cepat dari yang pertama.

Saya yakin yang pertama dan kedua itu masalahnya sama, bukan rejeki dan masalah lain yang telah saya ceritakan di point kedua.

Ketiga, saya mengikuti ujian tertulis untuk mendapatkan beasiswa luar negeri setelah sebelumnya saya lulus pada seleksi berkas yang menyingkirkan ribuan peserta. Alhamdulillah, kembali saya kuatkan mental dan bersemangat. Keyakinan saya teguhkan dan kembali belajar keras. Namun, kembali saya meratapi layar laptop, tetapi bedanya, tidak dengan air mata. Saya hanya termangu melihat nama saya tidak terpampang dalam daftar peserta yang lulus dalam tes tertulis. Oke, saya kembali bangkit dan kemudian menuliskan post ini.

Saya yakin, saya bukan satu-satunya orang  yang meraih kegagalan seperti ini. Maka dari itu, saya tidak ingin menyerah, terlebih pada dunia. Saya mungkin kecewa, frustasi, bahkan marah, pada diri saya. Namun apa daya, saya tidak punya kuasa lebih untuk itu. Saya tidak ingin dianggap rendah karena saya menyerah. Tuhan melihat saya 24 jam, lebih daripada CCTV ataupun satpam suatu gedung, sungguh rugi bila saya terlihat menyerah.

Saya tidak ingin sok jago bagi kalian yang sedang patah semangat, tapi hanya ingin mengatakan bahwa kalian tidak sendirian sebagai orang gagal, maka jangan merasa bahwa Anda adalah makhluk paling malang sedunia. Tuhan dengan ciptaannya bernama "dunia" hanya sedang menguji Anda, pantaskah sebenarnya Anda berada di sini? Oleh karena itu, saya mohon tegaklah dan jangan anggap diri Anda paling malang. Malah, coba Anda pikirkan bahwa Anda adalah salah satu orang beruntung karena Anda menerima tantangan terhormat dari Tuhan. Siapkan mental dan hati Anda menghadapi dunia serba-serbi ini. Bersama orang lain yang sering gagal namun sukses pada akhirnya, bukankah kita harusnya malu karena menyerah?

Saya masih punya plan b, plan c, dan banyak lagi "plan" untuk melanjutkan perjalanan saya dalam menghadapi dunia dan menggapai tujuan saya. Apa Anda begitu juga?

Anda boleh kecewa, Anda boleh frustasi, stress, tapi hanya sekarang, dan tidak di masa depan.

Oke, hanya itu saja yang saya tulis kali ini. Saya tidak ingin membuat Anda bosan lebih lama dalam membaca tulisan saya. Satu itu saja, jangan menyerah!

Sebagai seorang yang masih "muda", saya sering mendapat wejangan dari teman-teman sesama para "yang muda" bahwa kita jangan membuang masa muda kita. Dan bagi saya, cara saya dalam menyelamatkan masa muda dari "pembuangan" itu adalah dengan cara tidak menyerah. Jangan mau dibuang, kawan! Ayo bangkit!


XOXO
Minmy
\(^o^)/

Jumat, 03 Juni 2011

Seni : Haramkah?!

-"Apaaa?!"-


"Eh, kamu suka gambar, Pai?"
"Iya, suka banget. Kenapa?"
"Kamu nggak takut?"
"Takut kenapa?"
"Kan katanya kegiatan kayak menggambar 'kan nggak boleh. Menduakan Tuhan, soalnya meniru ciptaan Tuhan."
"Loh, terus, bolehnya ngapain dong?"
"..."

Percakapan ini terjadi kira-kira 5 tahun yang lalu. Saya sempat kaget mendengar pernyataan teman saya ini. Ini memang suatu percakapan biasa antar teman, namun ini cukup membuat saya merasa aneh, bahkan sampai sekarang pun saya tidak habis pikir. Mengapa kok bisa timbul persepsi seperti itu?

Saya memang suka sekali menggambar. Rasanya hampir semua curahan hati saya, saya tuangkan ke dalam gambar-gambar di atas kertas, meski saya yakin hasilnya tidak terlalu bagus seperti seorang pro. Saya lebih suka menghabiskan waktu di kamar saya untuk menggambar dan kemudian mengeditnya secara manual dengan krayon/cat air atau dengan photoshop, ketimbang menghabiskan waktu untuk sekedar mengupdate status FB/Twitter. Meski update status juga merupakan salah satu hobi saya.

Kata-kata seorang rekan dalam komunitas komik tentang agama dan seni, mengingatkan saya akan percakapan pendek antara saya dan teman 5 tahun yang lalu, yang telah saya tulis sebagai pembuka posting hari ini. Semula saya melupakan hal itu, namun teringat lagi karena beberapa hari ini sedang gencar-gencarnya browsing tentang artblog atau blog yang berisikan hasil karya penulisnya.

Saya ingat sekali betapa teman saya itu tampaknya mencoba membujuk saya untuk perlahan-lahan meninggalkan hobi yang sudah saya tekuni sejak saya masih TK ini. Saya sadar, gambar saya memang tak bagus apalagi indah, tapi mengapa harus dihentikan saat saya masih ingin terus belajar? Saya mencoba melakukan perlawanan dengan teori itu. Ada begitu banyak seniman di dunia ini, dan saya rasa, karyanya malah membawa kebaikan di seluruh dunia dan sama sekali tidak merugikan orang banyak, kenapa harus dilarang? Menurut saya, alangkah mubazirnya suatu bakat yang diberikan Tuhan, apabila manusia itu sendiri tidak melanjutkan apa yang sudah menjadi miliknya. Maksud saya, apa gunanya sebuah bakat seni bila pada akhirnya bakat tersebut malah tidak dikembangkan?

Saya, sebagai seorang yang menyukai seni tentu saja merasa terkejut dan kecewa akan pernyataan teman saya itu. Meski dahulu saya hanya menganggap kata-kata teman saya itu angin lalu, namun sekarang, setelah menyadari artinya, saya justru ingin menantang balik teman saya itu. Apa dasarnya ia mengatakan bahwa seni itu diharamkan?

Saya, sebagai seorang yang beragama, tahu diri dan tentunya tahu, bahwa semua yang telah saya lakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Namun, saya tetap tak habis pikir kenapa ada teori bahwa seorang seniman, seperti pelukis dan pemahat merupakan profesi yang makruh, bahkan haram hukumnya. Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, tapi saya tetap ragu akan pernyataan ini. Saya seorang Muslim, meski bukan orang yang terlalu alim, tapi saya tahu betul, Tuhan saya sangat mencintai keindahan, makanya seluruh dunia dan isi bumi ini diciptakannya dengan bentuk yang indah dan artistik. Junjungan saya, Nabi Muhammad SAW juga merupakan sosok yang mencintai keindahan. Lalu mengapa ada yang mengatakan kalo seni itu dilarang?

Ada yang mengatakan kalau menggambar dan memahat itu menduakan Tuhan, karena mencoba meniru apa yang diciptakan Tuhan.

Mungkin benar, tapi mungkin juga salah. Saya mungkin memang seorang anak SMA belum tahu apa-apa tentang agama dan dunia, tapi saya tahu betul betapa agama saya merupakan agama yang menyukai keindahan. Mungkin terlihat melawan, ataupun bodoh, tapi saya harap, teori itu hanya teori dan bukan kebenaran.
Tapi, bila memang itu dilarang, saya mohon ampun, kepadamu Ya Allah. Engkau Maha Tahu.

Saya sangat suka menggambar, hanya itu. Saya mohon agar kemampuan yang Engkau berikan kepada hambaMu yang serba kekurangan ini tidak membawa malapetaka dan kehancura, Ya Allah. Hamba hanya tak ingin apa yang Engkau berikan ini sia-sia.

Amin

Minggu, 15 Mei 2011

Me = Naive ?

Beberapa hari ini saya merenungkan banyak hal. Saya tidak merenungkan hal-hal yang berat, hanya saja saya memikirkan banyak hal kecil, namun berarti bagi kehidupan saya kemarin dan hari ini, yang menurut saya akan membawa perkembangan besar nantinya dalam kehidupan saya.

Yang saya pikirkan saat itu adalah tentang kehidupan saya.

Kehidupan saya flat dan saya pikir malah terlalu flat. Belum ada dinamika yang berarti dalam kehidupan saya itu. Dan saya pikir, itu cukup wajar, sebab saya sendiri masih duduk di kelas XI SMA dan beberapa bulan lagi, insya Allah, saya resmi menjadi murid kelas XII SMA. Tapi menurut saya, kehidupan itulah yang bikin saya bosan dengan kehidupan saya yang itu-itu aja. Apakah rutinitas yang padat dan datar, yang membuat saya jadi seperti itu? Mungkin saja.

Terkadang, saya memikirkan bisa punya kehidupan ceria seperti yang terlihat dipantulan gambar retina mata saya akan teman-teman satu sekolahan saya. Mereka tampak hidup, maksudku, mereka tampak menikmati hidup mereka. Dan entah kenapa, melihat mereka seperti itu, timbul rasa iri di hati saya. Kok bisa, ya mereka seceria itu? Padahal terkadang, kami sama-sama merasakan ulangan yang sama, tugas sekolah yang sama berat, materi ulangan yang sama padatnya. Rasa penasaran itu terus timbul, hingga membuat otak saya terasa berat akibat memikirkan hal itu. Ketika saya curhat dengan seorang teman, teman saya hanya bilang kalo hal seperti itu tampaknya tak perlu dipikirkan, toh memang pada dasarnya setiap orang itu berbeda. Namun, semakin teman saya itu meyakinkan saya bahwa pemikiran macam itu tak perlu dan tak seharusnya dipikirkan, makin besarlah rasa penasaran yang dibumbui rasa iri itu muncul.

Terkadang, saya juga iri dengan cara orang menghabiskan waktu dengan having fun. Jalan-jalan ke Mall atau malah shopping di Mall. Saya sendiri heran kenapa mereka begitu asyik dengan aktivitas seperti itu. Jujur, saya juga ingin seperti itu. Sekalinya saya pergi ke Mall, saya pasti bareng orang tua, dan jarang banget pergi bareng temen. Itupun perginya buat beli berbagai macam keperluan rumah tangga seperti persediaan makan untuk sebulan, dll. Shopping barang selain itu? Jarang sekali. Mengingat hal itu, saya malah berpikir kalo saya adalah orang yang membosankan, sehingga kayaknya orang aja males ngobrol dan main dengan saya. Seperti waktu TK, saya pernah merasa saya ini laki-laki karena teman saya semuanya laki-laki dan tidak ada temen perempuan yang mau main dengan saya, saya pun tidak terlalu suka main hal-hal yang berbau perempuan, seperti main boneka misalnya? Padahal orang tua saya sering sekali membelikan boneka untuk saya.

Timbul sebuah nasihat dari diri saya yang lain :
"Padahal, ada begitu banyak orang yang kurang beruntung. Tapi kamu malah nggak puas begini? Kamu mau jadi apa? Bersyukur dong! Kamu masih cukup beruntung punya orangtua yang mau menghabiskan waktunya untuk anak-anaknya dan mereka mendengar apa saja yang kamu butuhkan, meski tak semuanya mereka penuhi! Sadar dong! Sana, sujud syukur dan bersyukur sepuasnya!"

Ya, saya tahu.

Saya merasa kalo saya ini cewek paling membosankan sedunia. Saya nggak bisa diajak having fun. Saya juga nggak ngerti cara having fun kayak temen-temen seusia saya. Apa saya inilah yang menderita kuper-syndromme?

Apa saya emang cewek aneh?

Saya juga ingin punya selera fashion bagus kayak temen saya, yang bisa menghias diri dan pakai baju lucu. Tapi apa daya, saya sendiri heran kenapa saya begitu nyaman hanya mempunyai 2 jeans dan beberapa t-shirt di lemari. Saya jarang sekali beli baju baru. Itupun kalo ada acara apa, baru deh beli. Saya heraaaaaan sekali kenapa temen saya bisa punya begitu banyak baju yang lucu dan tiap kesempatan bertemu dengan baju bebas, mereka pasti tampil dengan baju yang berbeda-beda. Sedangkan saya? Mungkin beberapa kali teman saya melihat saya dengan baju yang sama, meski pakainya beda hari. Apa ini yang namanya nggak bersyukur ya?

Ya Tuhan, mohon ampun. Hamba tak bermaksud begitu, hanya saja... Ah, sudahlah. Saya emang kurang bersyukur. -___-"

Mohon Ampun, Ya Allah... :'(

Maybe someday, I'll discover the reason why I'm here. I do make mistake, because I'm human and not perfect. But, something I know is that I'm LIMITED EDITION and there's only one ME in this world. Even I'm not perfect and dull.



Pia
Palembang, 15/05/2011 22:11 PM

Selasa, 08 Februari 2011

Kedokteran oh... kedokteran

"Kamu mau masuk fakultas apa?"
"Ya kayak biasa, kedokteran..."
"Iya sih, orang tua saya berharap banget aku masuk kedokteran. Kamu juga?"
"Orang tua aku sih nggak terlalu maksa, cuma berharap. Kalo nggak juga nggak apa-apa. Lagian, aku kan emang dari dulu pengen jadi dokter."
"Yah, yang penting orang tua bahagia deh."

Pernah mendengar secara langsung pembicaraan seperti di atas? Bagi yang udah SMA biasanya udah seriiing banget ngedengerin pembicaraan di atas. Seriuosly, banyak banget emang yang bahas itu. Apalagi bagi kakak-kakak kita yang udah kelas XII SMA. Pastinya tambah sering denger dialog atau bahkan jadi tokoh utama dialog di atas.

Kedokteran... Kedokteran...

Kata itu seakan membius siapa saja agar menjadi bagian dari mereka. Nggak usah jauh-jauh nanya ke anak seluruh Indonesia, tanyain aja sama seluruh siswa sekolahmu, kebanyakan dari mereka pasti ngejawab "kedokteran". Di sekolah saya, SMA Plus Negeri 17 Palembang, 70% bahkan mendekati 80% nya memilih fakultas kedokteran sebagai fakultas impiannya. Entah tuh fakultas pake bantuan dukun apa sampe kebanyakan remaja berlomba-lomba masuk fakultas ini, nggak peduli masuk universitas apa. Yang penting setelah tamat, di depan nama harus mejeng huruf "d" dan "r". Ralat, biasanya sih itu untuk plan B bagi yang gagal masuk PTN favorit (semoga aja nggak, yaaa. Amin).

Muncul pertanyaan.

"Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hampir seluruh pelajar di Indonesia untuk masuk Fakultas Kedokteran?"

Intinya : " kenapa kamu mau masuk FK dan kenapa kamu bercita-cita masuk FK dan menjadi dokter?" (banyak banget "dan"-nya)
Untuk mempermudah, mari saya beri pilihan dari hasil pemikiran saya :
1. Untuk membahagiakan orang tua.
2. Dipaksa orang tua.
3. Biar hidup senang di masa depan (intinya mau dapet untung banyaaaak).
4. Biar naikin fame meter kamu. Seneng kan kalo dibilang "wah, anak kedokteran tuh!" Intinya naikin reputasi.
5. Bener-bener tulus nolong orang.

Mohon pilih yang mana yang menurut kamu paling KAMU BANGET. Dan mohon jawab dengan setulus hati, jujur dan bukan merupakan dorongan ataupun paksaan dari orang lain.

Ya udah deh, neng! Jadi intinya apa? Lo mau menghalang-halangi pelajar Indonesia yang mau ke Fakultas Kedokteran biar mengurungkan niatnya masuk ke fakultas itu?

No, no, no... Bukan. Bukan itu maksud saya ngeposting post ini. Emang mungkin menghalangi, tapi bukan menghalangi masuk FK. Saya hanya ingin menghalangi rasa terpaksa masuk FK.

Terpaksa? Masa sih?

Pesona FK memang menggoda, tapi tahukah kalian bahwa ada begitu banyak pelajar di Indonesia yang udah masuk ke FK, tapi nyatanya, mereka malah tidak bisa menikmati kehidupan kampus FK karena memang tidak berminat pada awalnya dan terpaksa. Ya, terpaksa. Mungkin memang ada yang sejak kecil bercita-cita menjadi dokter. Tapi bagaimana, ya?
Benarkah itu merupakan cita-cita dari hati?
Kalo kamu aja masih ragu jawabnya, langsung aja deh jujur kalo itu cita-cita mulut Anda. Bukan hati Anda.

Sebagai contoh, kalo kamu tanya anak SD kelas 1 atau 2 tentang cita-cita, kebanyakan dari mereka menjawab,"mau jadi dokter." Entah mereka mengerti atau tidak apa itu dokter, karena sepanjang yang saya tahu, di mata anak-anak, dokter itu kerjaannya menolong orang yang sakit.
Saya sering membaca surat kabar yang memuat pojok anak-anak. Di sana sering dimuat biodata-biodata anak-anak umur 1 bulan-4 tahun beserta foto-foto. Lucunya, saya melihat beberapa kejanggalan di biodata itu. Masa sih ada bayi umur 1-2 bulan yang udah mikirin cita-cita? Nggak nyambung TOTAL! Dan anehnya, kebanyakan dari biodata tersebut menyebutkan bahwa mereka bercita-cita menjadi dokter! Wah, jadi ingat, saya seumur gitu masih hobi nangis di rumah orang dan belum mikir apa-apa. Kok mereka udah pada mikir cita-cita? Okelah, yang nulis itu orang tua mereka, dengan harapan mereka bisa jadi dokter. Tapi benarkah itu pilihan hati mereka nantinya? Jawabannya bisa "iya" atau "tidak". Tergantung si anak.

Jelaslah sudah bahwa memang FK jadi idaman semua pelajar. Nggak cuma pelajar deh, anak-anak belom sekolah aja udah digerakkan mulutnya biar kalo ditanya cita-cita jawabnya "dokter". Ironi.

Saya pernah mendengar secara langsung teman saya yang bilang:
"Pokoknya taon depan aku mau membahagiakan orang tuaku! Masuk kedokteran! Amin!"
Saya doakan Anda bisa teman. Tapi nanya sedikit, apakah benar kalo mau membahagiakan orang tua harus masuk kedokteran? Sedangkan kalo kalian peka, ada begitu banyak cara untuk membahagiakan orang tua. Entah sadar atau nggak...

Well, wahai pelajar se-Indonesia... Benarkah itu adalah pilihan kalian?

Bagus deh kalo kalian emang niat BANGET masuk FK. Saya doakan agar kalian bisa diterima di FK. Dimanapun nantinya kalian berada. Saya doakan pula kalian agar bisa jadi dokter yang rajin, rendah hati, jujur, anti MALPRAKTEK, dan berguna bagi bangsa dan negara. PLUS! Membawa pengaruh baik dan kesejahteraan Indonesia tercinta (amin).

Tapi buat yang sendirinya masih ragu, aku bener-bener harapkan agar kalian bisa berfikir ulang tentang impian "menjadi dokter" tersebut. Benarkah itu yang kalian inginkan dan bukan merupakan tuntutan dari orang tua?

Saya hanya nggak mau pelajar Indonesia susah-susah masuk FK karena terpaksa. Well, saya tahu, menjadi tumpuan harapan orang itu susah. Bikin capek. Bikin muak. Bikin stress. Tapi satu yang kalian harus tau. Fakultas, jurusan... semuanya ada untuk menampung minat dan bakat kalian. Kalo minat ada tapi bakat nggak ada... nggak bisa. Kurang mendukung. Bakat ada tapi minat nggak ada? Apalagi itu. Sangat kurang mendukung malah. Takutnya malah terpaksa dan ketika tiba saatnya kita hengkang dari fakultas tujuan tersebut, kita malah nggak dapet apa-apa. Memang yang paling enak itu minat ada dan bakat ada.

Saya tidak benci pada fakultas kedokteran. Jujur, pengen sih masuk kedokteran. Siapa coba yang nggak mau? Hanya saja saya nggak terlalu minat pada fakultas itu. Entah kenapa... (Jangan-jangan nggak normal?).

Saya hanya sedih membayangkan ada begitu banyak pelajar yang berusaha mati-matian demi sesuatu yang masih diragukannya dan bukan impian tulus dari hatinya.

Saya pernah menonton tayangan Kick Andy yang inspiratif (seperti biasa). Ada suatu episode dimana ditampilkan seorang guru (penulis mungkin? lupa) yang mengatakan bahwa, ia bisa saja menjadi dokter. Namun ia merasa dokter bukanlah panggilan hatinya. Ia terpanggil untuk mengamalkan ilmu yang ia dapatkan kepada orang lain. Menurutnya, ilmu justru merupakan sesuatu yang bisa terus-menerus dihasilkan dan dibagikan. Justru gurulah yang nantinya bisa menghasilkan dokter, arsitek, insinyur dan sebagainya. Kemudian, ia juga mengatakan betapa tanpa kreativitas, manusia itu tidak bisa sukses. Dan kreativitas itulah sebenarnya kunci dari kesuksesan tiap manusia.

Kreativitas itulah sebenarnya kunci dari kesuksesan tiap manusia.


Renungkan kalimat terakhir itu.

Jujur, saya membenarkan kalimat itu dan saya coba tanamkan dalam pikiran saya. Muncul dalam benak saya, bahwa apapun pekerjaan nantinya, tanpa kreativitas, pekerjaan hanyalah pengisi kartu KTP atau tanda pengenal saja. Kreativitas di sini bukanlah dalam arti kalian bisa menghasilkan sesuatu yang berbau seni, memang mungkin ada kaitannya. Namun, kreativitas yang saya maksud di sini adalah kecerdasan dalam melihat peluang yang ada.

So, buat kalian yang masih ragu, saya wanti-wanti lagi deh! Tolong pikirkan matang-matang tentang tujuan kalian itu.
Dan buat yang udah yakin. Yup, saya doakan kalian sukses, ya! :)

Ciao! ;)

Selasa, 04 Januari 2011

Launch! Launch! Launch! :)

Well, yeah! Sudah sebulan lebih saya hiatus dan akhirnya saya menyadari kalo blog ini sudah berumur 2 tahun! Hell yeah! Padahal tadinya saya berniat membagi-bagikan award sebagai peringatan dua tahun berdirinya blog ini. Dan yah, saya juga berniat mengganti tampilan blog ini, meski akhirnya nggak jadi. Well, that's okay! Semoga saja bisa dilaksanakan secepat mungkin. Tadinya, tampilan "terbaru" blog ini sudah saya siapkan, tapi berhubung ada sedikit "masalah" (baca : You Come And Then I Cry) yang seriously bermasalah... Tampilan blog yang sudah siap itu terpaksa batal tampil. Okelah, ya sudah... yang lalu biarkanlah berlalu dan sekarang saatnya membuka lembaran baru ! Yaay! :)

By the way, udah tahun baru kan, ya? Meskipun telat ngucapin, yang penting ngucapin kan? Lagipula, kita masih ada di suasana tahun baru (suasananya doang) :p

HAPPY NEW YEAR 2011!!! :D

Masih di suasana tahun baru yang "warm" (kalo "hot" udah lewat. Tahun barunya kan tanggal 1 kemaren), saya berniat melanjutkan menulis di tumblr.com . Sebelumnya saya udah pernah bikin karena iseng, yah sekitar 8 bulan yang lalu. Namun entah kenapa, setelah menulis 2 post ( yang satu 8 bulan yang lalu dan yang satunya lagi 6 bulan yang lalu), saya hiatus dari tumblr dalam waktu yang sangaaaaaaaaat lama. dan akhirnya saya kembali menulis di tumblr tadi pagi dan merubah tampilannya. Yaaay! :)
Hope you like it!
Silahkan klik banner di bawah untuk segera menuju ke tumblr saya :)



*Gambar drakulanya serem amat yah -,-"


Well, enjoy it everyone! XOXO :)

Senin, 29 November 2010

My First J-Fest : Aki No Matsuri ;)

Ah.. akhirnya saya bisa juga posting lagi. Sebenernya tangan saya udah gatel pengen nulis sejak beberapa hari yang lalu, tapi nggak ada bahan obrolan. Dan sekarang, saya balik lagi dengan laporan saya tentang Festival Jepang pertama saya di Bunkasai Aki No Matsuri tanggal 28 November 2010 kemarin (ada yang ulang tahun? ;) ). Duh, kayaknya blog ini lama-lama bisa jadi koran deh, soalnya sering banget ngeliput acara ginian. Yah, setidaknya masih bisa jadi cerita deh ;) Saya kan anak JURNALISTIK! :D

Tanggal 28 November 2010 kemarin, di STBA Methodist, saya dan beberapa orang teman dari sekolah yang sama mewakili sekolah kami buat ikutan Festival Jepang yang (katanya) baru pertama kali diadakan di kota Palembang. Saya yang masih bisa dikatakan otaku (maniak/fans berat), meskipun nggak se-otaku dulu, ini cukup tertarik buat datang dan mengikuti festival kayak gini. Lombanya juga beragam, meski lomba yang diadakan sama saja seperti bunkasai pada umumnya, seperti cosplay (costume player/kostum seperti tokoh anime dan manga/Komik Jepang), lomba manga, lomba mading (ini kayaknya nggak biasa diadain di Bunkasai deh),

Teman-teman satu eskul saya yang ikutan lomba Mading
Photo by : Muhammad Warizmi Wafiq


Lomba Band (pastinya lagu yang dibawain lagu-lagu Jepang), lomba cover dance (setahu saya sih, ini dilombain. Tapi pas pengumuman nggak disebutin siapa pemenangnya. Menurut berita, lomba ini dibatalin karena kurangnya peserta yang berpartisipasi), Lomba Hiragana reading (Lomba baca huruf Hiragana), Lomba speech Bahasa Jepang, dan Lomba kaligrafi. Kalo saya sih ikut berpartisipasi pada lomba manga.

MC Bunkasai yang pake baju Kimono ala Bangsawan Jepang (kayaknya)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Sebagai orang yang pertama kali ikutan Festival kayak gini, tentunya saya merasa deg-degan, entah kenapa. Apalagi selain saya dan tiga orang teman yang ikutan lomba manga, ada beberapa teman yang ikutan Lomba cosplay, yang tentunya menampilkan kostum yang bagus-bagus. Ada yang jadi Misa Amane-nya Death Note, Konan-nya Naruto,

Konan (Naruto) dan Misa Amane (Death Note)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Sakura Kinomoto-nya Cardcaptor Sakura, dan Honoka Yukishiro-nya Pretty Cure. Sakura (Cardcaptor Sakura) dan Honoka Yukishiro (Pretty Cure)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Belum lagi peserta cosplay dari sekolah/institusi lainnya. Ada Chii-nya Chobits, tokoh Vampire Knight, Rin si vocaloid, Yui Hirasawa-nya K-ON!, Yondaime-nya Naruto, dan sebagainya. Kostum-kostum yang digunakan pun juga menarik dan lucu-lucu. Bahkan ada yang mengaku sampe beli kostumnya secara online di internet dengan harga yang nggak murah. Sampe Rp 500.000 lebih!!! :O (entah ingin terkejut atau apa, yang jelas bikin ternganga).


Suasana Lomba Manga (saya yang baju ungu)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Pada lomba manga, tema yang diberikan adalah "Aku dan Ibu" yang jelas-jelas bikin saya sebagai peserta rada nggak siap karena nggak tahu mau bikin cerita kayak apa. Yang jelas, saya nggak mau bikin cerita yang lucu tapi geje ataupun cerita sedih dan dramatis tapi terlalu sinetron. Masalahnya, setiap saya mikirin cerita, ceritanya malah lebih kayak sinetron. Aduh aduh aduh... Padahal jujur saja, saya nggak suka loh nonton sinetron. Alasannya jelas, soalnya ceritanya nggak asik dan ngebosenin! (Maaf buat produser sinetron mana pun yang baca post ini. Saran saya, sebelum bikin sinetron, tolong adakan dulu riset, biar ceritanya nyambung dan real). Jadi saya bikin ceritanya gini :
Laras adalah seorang Mahasiswa yang bisa dibilang termasuk orang yang nggak mampu (meski aku nggak nyertain alasan kenapa dia bisa kuliah. Tapi insya Allah bisa dibenerin dikemudian hari). Dia pengen banget punya perhiasan emas kayak punya temennya. Dia sering minta ke ibunya, tapi nggak pernah dikasih. Suatu hari, dia pulang bareng ibunya dan iapun bertanya pada ibunya, kapan kira-kira dia bisa dibeliin perhiasan emas. Tapi ia sama sekali nggak membiarkan ibunya bicara, dia langsung bilang kalo ibunya itu nyebelin dan nggak mungkin bisa ngebeliin perhiasan. Karena kesal, Laras berlari dan hampir ditabrak. Ternyata, dia malah nggak luka sama sekali. Begitu dilihatnya, ternyata ibunyalah yang menukar nyawanya demi melindunginya
THE END

Tuh kan? Terlalu sinetron! Biasa! Lain kali saya mau bikin cerita yang lebih real lagi ah... :P

Saya yang lagi serius bikin komik (nggak penting banget)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq


Kesan saya waktu ikut lomba Manga : satu kata, capek. Eh, satu lagi deh! Pegel!
Apalagi waktu yang dikasih malah dikit banget. Bikin komik itu susah loh yaaa!!! dua jam setengah mana cukup! Jadilah, saya berhasil membuat 6 halaman manga dan begitu keluar ruangan jadi ngedumel nggak jelas. Nafsu makan saya hilang begitu saja.

Untungnya saat itu, lomba cosplay masih dilaksanakan dan yah, lagi ada parade cosplay, jadi cukup terhibur. Mood saya langsung membaik setelah itu.

Pukul 06.00 p.m
Tibalah pengumuman hasil lomba. Alhamdulillah, cerita geje yang saya tawarkan di lomba manga tadi berhasil mengantarkan saya pada posisi teratas, singkatnya juara I (bahasanya lebay amat!). Horee! Mana setelah itu, saya ditawari buat memperbaiki karya geje tadi untuk diterbitkan. Huah! Thanks God! Semoga ini bisa jadi langkah awal untuk meraih cita-cita say abuat jadi mangaka/komikus terkenal, ya? Amin ;)

Alhamdulillah lagi, sekolah saya berhasil dapet juara I lomba speech Jepang; Juara I dan II Lomba Hiragana reading; Juara III Lomba cosplay dengan kostum Misa Amane-nya Death Note. Borong nih! :D

Good job teman-teman! Kira-kira kapan lagi ya, ada Festival kayak gini lagi di Palembang? Semoga saja tahun depan bisa lebih baik lagi. Amin.

Teman-teman satu sekolah yang berpartisipasi dalam lomba (yang pake kimono itu,kimononya asli looh!)
Photo By : Muhammad Warizmi Wafiq




*Special Thanks buat Muhammad Warizmi Wafiq yang udah rela foto-foto hasil jepretannya saya ambil dan beberapa teman yang udah mau nampang di sini :D

Jumat, 26 November 2010

Speak English With Me



Ya, setelah sekian lama saya menjadi seorang blogger yang amat cuek, saya kembali lagi dengan info seputar hal-hal yang terjadi di sekolah saya. Jeng-jeng-jeng! (Kayaknya setelah sekian lama nggak nge-blog dan sekarang balik lagi bikin saya geje begini, deh).

Kali ini saya ingin membahas tentang program baru yang dicanangkan oleh sekolah saya setelah program BUGEMM (Budaya Gemar Membaca dan Menulis, salah satu program unggulan sekolah. Dulu sih, program BUGEMM ini cuma bikin resensi buku. Tapi sekarang, malah bikin karya tulis.). Program baru itu disebut dengan ESM (English Speaking Model).

Nah, program ini mulai diberlakukan tanggal 12 November 2010 lalu. Dari namanya aja kita juga langsung tahu kan, kalo ini berarti ada hubungannya dengan Bahasa Inggris. Jadi, sistemnya gini, setiap minggunya akan dipilih 5-7 orang anak/kelas yang akan mendapat token atau lambang seperti ini:
Kalo udah begitu, si anak yang dapet token itu diwajibkan pake Bahasa Inggris selama di sekolah saya, SMA Plus Negeri 17 Palembang. Dan, bagi yang nggak dapet, kalo ingin berkomunikasi dengan anak yang dapet token itu, diwajibkan juga pake bahasa Inggris dengan si pemilik token. Wah, wah, wah... kebayang nggak tuh? :D
Bagi yang jadi siswa ESM tapi pas berkomunikasi malah nggak pake Bahasa Inggris, tentu saja dapet hukuman (kalo kedapetan sih). Jadi, hukumannya itu adalah:
1. Bila satu kali melanggar, harus berkeliling kelas dan meminta maaf.
2. Minta maaf di depan seluruh murid pas upacara bendera.
3. Bikin karya tulis, bukan diketik, tapi pake tangan!!!
OMG! Hukuman macam apa itu?

Bagi sebagian murid, ini bisa jadi mimpi buruk yang lumayan buruk. Tapi sebenernya, ngomong Bahasa Inggris di sekolah itu lumayan asik (meskipun terkadang harus nyampurin pake bahasa Indonesia dikit karena lupa atau nggak tau kosakata Bahasa Inggris yang tepat). Apalagi kadang jadi keterusan. Hihi... nggak banget ya.

Contohnya saja saya ini. Berhubung saya masuk kelas yang, yah, bisa dibilang setingkat kelas SBI, jadi di saat kelas lain yang dapet token itu 5-7 orang/kelas, seluruh penghuni kelas saya menjadi murid ESM itu secara menyeluruh.
"OMG! Jadi, saya harus pake Bahasa Inggris???"Kata saya pada waktu itu. Namun, begitu dijalani, ternyata nggak susah-susah amat kok.
Sekarang, hal yang menjadi momok besar bagi setiap murid ESM adalah bagaimana caranya berbicara Bahasa Inggris dengan baik dan tanpa malu-malu dengan orang lain. Karena bagaimanapun terlihat sempurnanya sesuatu, pasti ada kekurangannya.
Yah, menurut saya pribadi, ESM ini kurang menunjukkan keefektifannya sebab masih banyak murid yang merasa malu dan gengsi untuk berbicara dalam Bahasa Inggris. Saya juga merasakannya. Apalagi kalo kita salah omong, hyaaahh! Nggak banget deh!

So, ingin mencoba berbicara Bahasa Inggris di lingkungan sekolah? Hihi... :D



*Wah, ternyata setelah saya pikir-pikir, tulisan saya jadi geje setiap saya vakum nge-blog dalam waktu yang cukup lama. Hihi... :D *

Selasa, 21 September 2010

Seberapa Cintakah Anda dengan Lagu Daerah?

Hai! Saya kembali lagi menulis setelah sekian lama nggak posting. Dan thanks God, akhirnya saya berhasil memiliki laptop setelah yang lama diambil maling nggak tau diri (tugas, data, dan hasil karya saya ada di situ semua looooh! *nangis* )!!!.

Ok, back to topic.

Kenapa saya memasang judul tersebut sebagai judul posting kali ini?


Sebelum login di blogger tadi, saya baru saja browsing di google dengan maksud mencari tugas tentang lagu daerah. Ng, dibilang tugas juga bukan tugas sekolah sih ya. Bisa saya anggap itu tugas untuk mencari data demi kelarnya komik saya (yah, mohon doanya aja). Jadi saat browsing tentang lagu daerah, tiba-tiba mata dan pikiran saya langsung tertuju pada sebuah forum diskusi yang kala itu sedang membahas tentang lagu daerah. Di sana, para peserta diskusi menanyakan suatu hal, yang saya yakin, bila seorang yang mengaku Indonesia mendengar ini akan tegang dan terdiam seketika.

"Diantara lagu-lagu daerah di bawah ini, yang mana saja yang kamu tau..??"

Biasa? Ya, justru karena tidak luar biasa itulah yang seharusnya bikin kita merinding disko saat membaca pertanyaan itu.

Setelah pertanyaan itu, diikuti dengan daftar lagu daerah seperti O Ina Ni Keke, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Bu Lele bo, Bungong jeumpa, dll. Jujur saja, saya juga merasa asing dengan beberapa judul lagu yang dipaparkan.
Duh, saya jadi merasa malu karena nggak tau.

Jujur saja, saya hanya merasa itu cukup wajar. Sebab Indonesia itu terkenal memiliki banyak sekali kebudayaan dan salah satunya adalah terciptanya beberapa lagu-lagu daerah yang beragam. Alhasil, bisa kebayang 'kan? Kalo satu provinsi aja punya sekitar 2-3 bahkan lebih lagu daerah, coba Anda hitung dengan keseluruhan jumlah provinsi di Indonesia? Apa Anda sendiri mampu menghapal satu-satu?
Jahatkah saya bilang begitu?

Tapi memang, lagu daerah merupakan salah satu "identitas" penting dari kebudayaan suatu daerah. Sedihnya, saya pernah liat, seseorang yang sendirinya tidak tahu lagu daerah tanah kelahirannya sendiri.
Beberapa waktu lalu, saya pernah menonton sebuah acara televisi, dimana acara itu merupakan acara kuliner, lebih tepatnya acara masak-memasak. Jadi, di acara itu, ada seorang artis yang diundang untuk mengisi acara masak itu. Maka, sebelum memasak, si artis dipaksa belanja sendiri ke sebuah pasar tradisional dengan menggunakan baju daerahnya. Kebetulan, artis itu kelahiran Palembang, tanah kelahiran dan tempat tinggal saya, jadilah dia memakai baju adat Palembang. Saat sedang berbelanja, seorang pemilik toko memintanya menyanyi lagu daerahnya dengan imbalan, akan menggratiskan belanjaannya bila ia bisa.
Bukannya menyanyi lagu Palembang, dia malah menyanyikan lagu "Kampuang Nan Jauh Di Mato" yang jelas mengundang tawa saya sekeluarga.

Saat itu, terbersit dalam pikiran saya, "apakah saya akan atau bahkan telah lupa dengan lagu daerah saya sendiri?"

Duh, saya jadi cemas. Bagaimana mungkin kita menuntut sesuatu yang di curi dari kita, bila kita sendiri tidak menjaga dan melestarikannya?

Masih ingat kasus "Rasa Sayange"? Saya rasa, salah satu penyebab lagu itu sampai diklaim orang lain adalah karena dari dalamnya sendiri saja sudah nggak menjaga, jadi si maling jelas bisa mengambil dengan mudah 'kan? Kita kayak peduli-gak-peduli sama lagu daerah sendiri.

Let's fix this up! Nggak perlu hapal semuanya kok, minimal kita tahu lagu itu. Dan yang paling sederhana, kita bisa mulai dari mengetahui dan bahkan menghapal lagu daerah sendiri. Jangan kayak artis dalam cerita saya itu yang bahkan nggak tau lagu daerah tanah kelahirannya. Ya, saya yakin karena si artis juga sudah lama meninggalkan Palembang dalam waktu yang cukup lama.

Nggak cuma lagu daerah, kebudayaan yang lain juga, mari kita jaga! :)

Mau berubah?
Berubah yuk, sekarang! :)

Rabu, 08 September 2010

If I were an animal, I would be...

Yeah! Nice to catch you here! :)

Pernah berpikir nggak,kira-kira kalau kita jadi binatang,kita bakal jadi apa?
Sering juga sih berpikir kayak gitu. Nah, tadi waktu lagi asik-asik browsing di google. Ketemu kuis psikologi yang ngasih tahu,kita bakal jadi apa kalo jadi binatang. Meski kuis ini udah ada dari lama, tapi nggak ada salahnya buat nyobain kan? :)

Penasaran sepeti apa kuis-nya?
Click this out!

Saya sendiri sudah mencoba dan hasilnya rada mengejutkan juga sih :D


You Are A: Squirrel!

sqirrelSquirrels are quick and cheerful animals who spend their time scurrying, scavenging, and playing. As a squirrel, you are often seen jumping happily from branch to branch up in the treetops. Squirrels are foragers searching for nuts and seeds, and they are social animals often seen chasing and playing with other squirrels.

You were almost a: Monkey or a Parakeet
You are least like a: Turtle or a LambDiscover What Cute Animal You Are!


Kalo boleh jujur, saya sih lebih suka kalo misal bisa jadi domba, soalnya domba itu lucu. Hehehe... Tapi apa mau dikata, kayaknya saya lebih cocok jadi tupai.

Ngomong-ngomong soal tupai, saya sendiri belum pernah lihat tupai secara langsung. Kalo secara nggak langsungnya sih pernah. Ceritanya waktu itu saya lagi ke kebun binatang dan lagi bengong di bawah pohon. Tiba-tiba saya mendengar sebuah suara, "Kresek-kresek" dari si pohon itu. Karena kaget, saya langsung mencari asal suara. Dan saat itu pula saya melihat ke atas. Entah itu halusinasi atau bukan, saya melihat seekor tupai meloncat dengan cepat dan memanjat pohon dengan kecepatan yang sama.





By the way, akhir-akhir ini saya merasa geje (gak jelas, red) dimana pun saya berada. Bahkan saat saya menulis postingan ini, saya merasa apa yang saya tulis rada nggak jelas. Well, saya harap saya bisa membuang ke-geje-an saya hari ini dan seterusnya. :D

Catch you later, guys! :)

Sabtu, 04 September 2010

You Come and then I Cry

Kok bisa saya tulis judul di atas? Hehehe... maaf deh kalo struktur kalimatnya rada berantakan. :D

Udah lama nggak nulis di blog. Hehehe, tadinya saya mau rajin nulis, tapi apa mau dikata... Laptop saya dicuri orang beberapa waktu lalu, jadi beberapa file saya, termasuk beberapa desain layout dan header blog yang sudah saya rancang jauh-jauh hari ikut hilang. Jadinya, saya jarang buka blog. Bagi yang penasaran liat desain blog baru yang saya pernah bahas, kayaknya untuk harus ditunda dulu rasa penasarannya.
Emang jaman sekarang lagi jaman-jamannya perampokan, apalagi dengan cara hipnotis. Perlu diketahui, rumah saya kebobolan ya karena pembantu saya dihipnotis juga. Yah, mungkin emang belom rejeki kali, ya?

Well, maling... you come and then I cry... ;P



Satu lagi cerita bertajuk "you come and then I cry". Yang ini juga berdasarkan pengalaman saya pribadi. Cerita kali ini saya post-kan untuk kalian (terkhusus buat "orang" yang bikin saya nangis, meski tidak saya perlihatkan pada "orang" itu, dan sakit hati sampai sekarang).

Oke, ini terjadi pada saat awal semester kelas 6 SD. Saat itu, saya sebel setengah mati sama temen cowok saja. Let's call him... ng... "An". Si An ini rasa-rasanya selalu mengganggu saya. Hingga suatu hari saya memutuskan untuk bicara baik-baik, tentang perilakunya itu. Meski tidak bicara secara langsung, saya memutuskan untuk mengiriminya secarik kertas. Dan disitu saya tulis:
(in Palembangnese)
"Kau tu ngapo sih,galak nganggu aku? Salah aku apo samo kau?"
(Translate : Kamu tuh kenapa sih, sering ganggu aku? Salah aku apa sama kamu? )

Selang beberapa menit, datanglah balasan dari si An. Isinya bener-bener di luar dugaan. Apalagi, bikin yang liat kalang kabut dan ge-eran :P
"Soalnyo, aku tu galak samo kau..."
(Soalnya, aku tuh suka sama kamu)

Seketika itu pula, hati saya langsung berdebar. Entah karena kaget atau apa setelah membaca itu. Apalagi, ini kan waktu SD, waktu jaman saya masih polos-polosnya. Langsung deh, saya salting di hari itu juga. Dan si An semakin bikin penasaran sampai-sampai saya berkali-kali kirim kertas lagi yang bertuliskan:
"Ngapo kau galak samo aku?"
(Kenapa kamu suka sama aku?)

Dunia serasa indah. Hehehe... mungkin karena sebagai cewek jelek, culun dan tidak populer macam saya saat itu, ada yang suka aja udah kayak anugerah terindah Yang Maha Kuasa. Hehehehe.. :D

Tapi ternyata semua itulah yang akhirnya bikin saya nangis dalam hati dan bikin saya dendam, sakit hati dengan semua itu.
Besoknya, ketika saya masuk ke kelas, An dan temannya, sebut saja "A" menghampiri saya sambil tertawa. Mulanya, saya nggak tau alasan kenapa mereka ketawa kayak orang gila (dalam pandangan saya) seperti itu. Namun, akhirnya mereka pun angkat bicara.

A = Kau tau dak siapo yang nulis kertas balesan untuk kau tu? ( Kamu tau nggak siapa yang nulis kertas balasan untuk kamu itu?)
Saya = ...
A = Itu tu aku... tulisan An tu kan lebih bagus dari tulisan aku ( Itu tuh aku... Tulisan An kan lebih bagus dari tulisanku)
An dan A = (ketawa)

Zekk!!! Rasanya seperti ada yang menusuk hati saya. Dalam, sakit. Rasanya saya ingin menangis sekencang-kencangnya, tapi apa daya, saya memilih untuk tidak menangis. Karena bila menangis, saya merasa itu artinya saya kalah dari mereka dan justru saya tidak ingin terlihat "kalah" dari mereka. Saat itu saya hanya terdiam dan tenggelam dalam pikiran saya. Betapa mereka tega melakukan itu pada saya. Apakah karena saya ini sangat-sangat polos dan bodoh di mata mereka? Sehingga tega-teganya mereka menipu saya.

Oke, mungkin bagi mereka ini adalah suatu permainan semata yang menurut mereka nggak penting banget dan just for fun. Tapi, tahukah kalian, wahai An dan A (terutama A karena dialah dalang dari semua ini) yang kalian permainkan itu hati wanita. Dan bila cewek udah sakit hati, kemungkinan besar, hal ini akan terus ia ingat. Silakan kalian berpikir kalo hal ini cuma permainan masa kecil, tapi ingatlah bahwa ini akan saya terus ingat dan mungkin saya lupakan bila saya kena amnesia.
Dan A, saya tahu kita sahabat. Apalagi, kita udah dari SD hingga SMA ini satu sekolah. A, silakan kamu nikmati semua itu dan melupakannya. Yang bikin saya sakit hati adalah, saat saya tanyakan pada si A tentang hal ini, ternyata, ia sudah lupa. Kejam sekali.

Setelah kejadian itu, saya mencoba untuk menjauhi si A. Namun, nyatanya tidak bisa. Dan sekarang, ketika saya ingat kembali kejadian itu, saya coba lagi menjauhinya, eh, dia malah berkata saya sudah berubah dan cenderung sombong, cuek dengan dia. Langsung deh, saya berpikir, "Lha, kan kamu sendiri yang bikin saya kayak gini?"

Setelah ini, saya harap agar kita semua saling introspeksi diri. Siapa tahu, dari semua permainan dalam hidup ini, secara tidak langsung dan tidak sadar, kita sudah bikin orang lain sakit hati akan perbuatan kita.
Dan An dan A, aku harap kamu mau membaca ini dan menyadarinya. Syukur kamu sadar, kamu ingat saja saya sudah bersyukur. Rasakan saja semua ini. Meskipun akhirnya kamu berpikir saya lebay atau apa, tapi ini sangat membuat saya terpukul dan down berkali-kali bila saya mengingatnya. Silakan kamu anggap ini hanya salah satu bagian masa kecil kamu yang kamu anggap just for fun.



Yah, pada akhirnya ini hanya unek-unek saya. Yang meski malu untuk mengakuinya, ini saya persembahkan untuk A yang sepertinya penasaran sekali mengapa saya berubah dan cuek terhadap dia.
Aku harap kamu sadar :)

Sabtu, 14 Agustus 2010

One of The Thing I Hate : Sinetron

Kaget liat judul di atas? Nggak perlu kaget karena saya sendiri heran kenapa jadi tergerak mengangkat topik ini.

Well, Sebenernya motivasi saya dalam membuat posting tentang sinetron ini karena saya baru saja nemenin nenek saya nonton sinetron kesukaannya dan sadarlah saya meski mau bagaimanapun juga, rasa tidak suka saya pada sinetron tetap nggak bisa diobati.



Kenapa saya yang seorang cewek malah nggak suka nonton sinetron yang bisa membuat penontonnya jatuh bangun emosinya ini???

Alasannya sederhana, karena cerita-cerita di sinetron terlalu kuno, aneh, dan mengada-ada, meski kalo nggak ada unsur-unsur itu sinetron nggak bakal laku, tapi pada kenyataannya hal itu justru bikin saya eneg dengan yang namanya sinetron. Apalagi dengan mengatasnamakan agama. Duh, tolong! Saya tahu tuh sinetron mengajak penontonnya biar inget sama Tuhan SWT., hanya saja kadang kala saya berpikir,"emang boleh gitu, akting doa? Bukankah doa itu saat yang sakral dan harusnya hanya ada kita dan Tuhan SWT.? Lalu kenapa malah...?"

Kebiasaan saya menghindari sinetron ini kayaknya udah berlangsung semasa saya kecil. Saat teman saya asyik berbicara tentang "TERSANJUNG" (pada tahu tersanjung 'kan? Ituuu... sinetron yang sampe season 6 dan akhirnya berhenti begitu saja...), saya nggak ikut cerita karena nggak nonton.
Saat temen-temen saya asyik nonton "CANDY", saya malah asyik maen game online seperti SEAL, AUDITION, dll.
Duh, saya ini perempuan bukan?
Kadang saya berpikir seperti itu.

Adik perempuan saya yang paling kecil saja, waktu umur 5 tahun udah melahap tontonan yang bisa dibilang punya rating "Bimbingan Orang Tua" seperti "CHELSEA". Aduh, saya aja lewat depan dia jadi sungkan. Liat orang-orangnya kayak tertimpa kemalangan seumur hidup. Ada yang tiba-tiba pindah agama. Aduh, maaf kalo jadi menyangkut urusan agama. Tapi entah kenapa itu seperti dianggap main-main oleh para pemain di berbagai sinetron. Agama itu 'kan hal yang sakral? Mana bisa dianggap mainan kayak gini. Emang mudah, ya pindah agama?

Mana mendidiknya kalo gini?

Hal yang bikin saya nonton sinetron itu ya, kalo lagi nemenin nenek saya atau kalo saya lagi bareng adek... atau... kalo lagi nggak mood.

Anak-anak yang umurnya jauh lebih muda dari saya, sekitar 4-5 tahunan, bahkan 3 tahunan, udah nonton sinetron aneh-aneh yang merajalela kayak gini.
Mungkin karena di Indonesia acara hiburan buat anak-anak cuma hari Minggu atau tiap hari, tapi cuma buat pagi dan sore hari, makanya waktu malam hari mereka nggak ada kerjaan, lalu nontonnya nonton sinetron.
Nggak bisa nyalahin juga sih, emang begitu kenyataannya. Sekarang ini emang pada serba salah. Kalopun acara anak-anak ditayangin malem hari, ada banyak kemungkinan :
  1. Orang tua nggak bakal bisa punya waktu buat hiburan mereka
  2. Banyak anak bakal tidur malem dan ngelupain tugas sekolah, yang otomatis, nggak belajar. (ada internet aja udah bikin ortu susah :P )
  3. Banyak hiburan anak yang kini rada nggak bagus. Contoh kayak anime sekarang. Masih inget kasus Naruto kan?
Mungkin ada banyak kemungkinan lagi. Tapi mungkin, bisa kalian pikirkan sendiri.

Lalu, Pia sukanya apa?

Well, selera saya dalam memilih tontonan emang rada aneh dan kayaknya jarang yang punya selera kayak saya. Kalo anime emang saya suka, tapi begitu masuk SMA... Kok rasanya jadi kurang, ya? Mungkin karena sekarang di Indonesia udah jarang ada anime bagus (kalopun ada anime cowok semua...==" Kemana "Mermaid Melody", "Tokyo Mew Mew"?? Saya bosen nonton "NARUTO" yang rasanya tambah panjang aja!!!!). Terus, rumah saya nggak pasang TV kabel, jadi nggak bisa nonton saluran luar negeri yang menyediakan fasilitas anime (Ortu saya bilang,"ada wireless aja udah nggak belajar, apalagi TV kabel..."), daaannnn... saya males dateng ke toko kaset dan milih-milih anime. Hahaha... Emang dasar pemalas saya!

Jujur, saya lebih suka nonton film dan filmnya emang harus unik dan punya daya tarik. Kayak "Charlie And The Chocolate Factory", "Hachiko", "Alice in Wonderland". Yaaay!!! Keren tuh film. Cewek banget memang, tapi sekarang lagi niat nonton "Eat Pray Love" dan nyobain film action. Kemaren saya nonton film "WASABI" dan saya suka film itu!

So, buat kamu yang hobi nonton sinetron, saya mohon maaf karena bicara saya terlalu kasar. Saya juga nggak maksud bikin kalian tersinggung atau apa, ini hanya aspirasi saya :)



NB : Btw, ada rekomen film bagus? :)

Sabtu, 31 Juli 2010

Antara aku, t-shirt, BKB, dan... SAMPAH!!!

Saatnya menulis lagi... :)

Hehe, mumpung libur mesti banyak-banyak post nih. Hehehe :)

Ok, tadi siang, Sabtu, 31 Juli 2010, saya ikutan lomba mewarnai T-Shirt yang diadakan oleh Art Line dan Palembang Express di BKB atau Benteng Kuto Besak. Well, biasa aja kali, ya, kalo cuma ngewarnain T-Shirt. Tapi tunggu dulu! Jangan langsung nge-close post ini!!! Bedanya, yang mengikuti lomba ini berjumlah 10.000 orang! Wow! Amazing! :)Nggak tanggung-tanggung lagi, lomba ini langsung mendapatkan penghargaan dari MURI! :)



Jadi, tugas saya kali ini adalah mewarnai dan membuat menarik tampilan T-shirt, yang awalnya, cuma bergambar seekor gajah yang lagi bela diri (yang dari baju si gajah sih kayaknya baju Taekwondo atau Karate). Dan temanya adalah ROAD TO SEA GAMES 2011. Berhubung karena salah satu kota di Indonesia yang menyelenggarakan SEA GAMES adalah kota saya, jadilah seluruh peserta berlomba-lomba membuat menarik T-shirt super polos itu. Eh, dibilang polos juga nggak sih. Soalnya ada gambarnya, meski gak ada warna sama sekali. Yang ada cuma item dan putih. That's it! :/
Mungkin karena kebanyakan orangnya, jadi acara nggak berlangsung dengan terstruktur. Gimana nggak?
Panitia bahkan belum memberitahukan bahwa acara sudah mulai, tapi seluruh peserta sudah pada ngewarnain dan sibuk membuat menarik si gajah. Sebenernya, kita juga nggak berhak menyalahkan panitia karena memang, informasi yang didapatkan banyak peserta juga beda-beda. Namanya juga arus informasi, iya nggak? Jadi jelas dong beragam informasi yang didapatnya.
Dan tim peserta dari SMA saya juga merupakan satunya yang mendapatkan berita yang salah, yang menyatakan bahwa sudah waktunya untuk mulai bekerja, dan mempercantik si T-Shirt.
Sempet ngeri juga saat denger acara belom di mulai, dan para peserta juga belom boleh bekerja. Bahkan, panitia pun mengancam bakal mendiskualifikasi para peserta yang sudah memulai kerja.Gawat! Padahal hampir seluruh peserta di sana (termasuk tim sekolah saya) sudah bekerja dan hampir menyelesaikan 50% pekerjaan kami.

Untunglah, karena banyaknya orang, panitia pun nggak bisa ngecek, siapa-siapa aja yang udah mendahului garis start. Dan ini berarti, tim saya aman! Yeah! :)
Namun, gara-gara ancaman diskualifikasi itulah, ada banyak peserta yang langsung keder dan pulang gitu aja setelah mereka menyelesaikan pewarnaan mereka.
Padahal, juri baru keliling liat-liat T-shirt setelah hampir seluruh peserta pulang. Sayang sekali! :(

Tim saya, sih masih setia menunggu di bawah tenda (Btw, acaranya di bawah tenda loh, jadi rada adem juga. Apalagi bisa liat pemandangan Jembatan Ampera dan Sungai Musi.
Hehehe). Kami juga sekalian nungguin guru pendamping kami buat jemput.
Semua T-shirt yang sudah kami warnai, kami jejerin. Waktu itu, juri lagi asik-asiknya hunting T-shirt buat ditarik dan diambil buat dinilai.

Singkat cerita, ada seorang yang ternyata adalah seorang juri, melihat-lihat jejeran T-shirt kami dan mengambil salah satu T-shirt. Eh! Ternyata itu punya saya! Bahagia memang ada, tapi rasa sedih ikut menghinggapi hati saya. Sebenarnya, setelah T-Shirt itu diwarnai, si T-shirt boleh diambil sebagai kenang-kenangan sama si peserta. Dan sekarang??? T-shirt saya dimana?
Oooh! Moga-moga ini berarti baik, ya. Bisa jadi juara, misalnya? Amin... :)

Some Pics from BKB :)






SAMPAH

Judul post saya hari ini juga menyebutkan SAMPAH, kan? Ya, saya harap, sih, ini bakal jadi renungan kita sendiri, sebagai penduduk negara Republik Indonesia yang baik dan berbudi luhur (halah!). Bagaimana pendapat kalian tentang ini?





Pikir deh, udah berapa kali sih ortu, guru, atau bahkan mungkin temen/orang lain, ngingetin kita buat buang sampah ke tempatnya? Okay, saya juga merasa nggak fair ngomong kayak gini. Tapi, malu nggak sih? Perhatiin deh, kalo kita abis dari mana, misalnya kondangan, tempat kondangan itu pasti jadi kotor banget kan? Itu cuma berapa ratus orang aja udah banyak sampahnya, apalagi acara 10.000 orang mewarnai T-Shirt ini? Sangaaat banyak, bahkan rasanya foto yang ada di atas tadi mungkin masih 10 % atau 20 %-annya.
Kapan Indonesia bisa sadar lingkungan kalo kayak gini caranya?

Katanya cinta bersih, bersih sebagian dari iman, dan bla...blaa....blaaa...

Itu namanya, slogan tinggallah slogan.

Saya emang kayaknya sok jago banget ngomong kayak gini, soalnya terkadang, saya juga sering lupa buang sampah pada tempatnya. Tapi, untuk tempat umum kayak gitu, apalagi itu BKB (Benteng Kuto Besak) kan? Saya mana tega buang sampah di sono.

Yang pengen saya tekankan di sini cuma biar kita tau dan sadar. Kalo ternyata, meski kita nilai kota kita baek-baek aja, ternyata begitu ada event kayak gini, BLESH! Bakal kotor seketika. Jadi, tugas kita ya ikutan membersihkan fasilitas, apalagi kalo itu salah satu objek wisata, iya nggak? :/

Tahu manusia purba kan? Manusia purba aja bikin Kjokken Moddinger buat nampung sampah kerangnya, kenapa kita si manusia serba modern, nggak bisa?

Ini ironi besar bagi kita dong? Baik bagi Indonesia, masyarakat kita saya, dan diri kita sendiri.

Masa mau disamain dengan Paleo Javanicus, Homo Soloensis dan yang lainnya? :/

Sabtu, 17 Juli 2010

By Spidol :)

Sudah tidak terasa, sudah hampir 10 hari yang lalu sejak saya menulis post terakhir kali. Nah, sekarang baru bisa aktif ngeblog lagi.

Okay, kali ini saya mau cerita tentang kebiasaan buruk aneh saya ini. Well, bisa dibilang saya punya banyak kebiasaan, dan ini salah satunya.

Sekolah saya adalah sekolah yang sangat demokratis, sehingga uniknya, saat hari Sabtu, semua murid (maksudnya untuk kelas X dan XI) dibebas tugaskan dari yang namanya B-E-L-A-J-A-R. Tidak belajar? Hah? Yah, maksudnya hari Sabtu dititik beratkan sama kegiatan olahraga dan seni. Uniknya lagi, tidak seperti sekolah biasanya, pada hari itu, setelah senam, murid-murid bebas memilih cabang olahraganya. Mau Taekwondo, karate, Ping-pong, voli, dan lain sebagainya? Sekolah saya menyediakan tutor-tutor pro untuk melatih kita. Dan setiap semester kita boleh pindah ke cabang lain.
Untuk seni juga sama aja tuh. Sehabis olahraga dan paduan suara, kita juga bisa memilih cabang apa yang kita sukai. Ada 2D, 3D, teater, angklung, dan lainnya. Yah, kita bebas memilih sesuai bakat dan minat kita.

Bagaimana kalo Pia sendiri?
Saya memilih cabang seni 2D karena saya sendiri suka menggambar. Sudah 1 tahun saya ikut 2D sejak kelas X. Huhhu... jadi malu. Nah, di 2D, biasanya kita dikasih gambar dan mewarnainya. Kaget? Tapi pewarnaannya terserah kita kok, bahkan kita bebas mau membuat variasi seperti apa.

Karena di 2D pewarnaannya memakai spidol, jadi spidol di 2D sangat dibutuhkan. Namun terkadang, banyak peserta 2D yang nggak bawa spidol sehingga pinjam-meminjam pun sering terjadi daaaan.... hal itu menyebabkan beberapa pemilik spidol sering kehilangan beberapa spidolnya atau malah tertukar dengan pemilik spidol yang lain. Jadi, penting sekali loh, biar nggak hilang atau tertukar, kita bikin tanda di spidol.

Dan ini menyangkut salah satu kebiasaan saya

Kebiasaan buruk saya adalah tidak tahan dengan yang namanya kertas kosong. Maksudnya, waktu saya melihat kertas kosong, saya akan langsung ingin menggambarnya, entah kenapa. Hehehe...
Lanjut. Jadi ini yang ingin saya tunjukkan pada kalian. :)

Gambar di atas merupakan salah satu usaha saya dalam mengurangi yang namanya ketuker atau yang lebih parah, hilang! Jadi spidolnya saya kasih tanda satu-satu. Ngerepotin, sih. Tapi apa boleh buat lah... ;)

Lagipula, bukankah lebih "original" kalo kita punya tanda sendiri? ;)

Bosan dengan gambar spidol kalian yang biasa?

Bagian belakang gambar spidol kan putih polos tuh? Kalo saya sih saya gambar sesuka hati seperti ini :



Terlihat lebih "milik sendiri" kan? :)

Kamu punya cara lain dalam membuat milikmu jadi lebih "kamu"? :)

Rabu, 07 Juli 2010

New Day, New Quotes... :)

Look!
I got this quote by Googling in Google. That means, we must think positive about ourself! Yeah, It's FUN to become ourselves, anywhere, anytime... But, sometimes, I think that I'm not as good as someone. Especially if you met someone who have a better life than you. I just cant forget all about my, you know, jealousy and think postively.

Kenapa saya kok tiba-tiba post quote ini untuk kalian?

Ide ini muncul saat saya melihat-lihat blog orang yang bisa dibilang, keren. You know, STYLISH. Saat ini dunia blog lagi asyik-asyiknya membahas tentang fashion. Bisa dibilang, rayuan fashion pada dunia blog jauh lebih menjanjikan daripada cerita gak jelas yang saya suguhkan. Entah kenapa terpikir seperti itu. Jadilah, saya berpikir untuk membuat fashion blog. But, wait! Hati nurani saya bilang agar saya menunda dulu keputusan saya. Bisa dibilang, saya ini nggak ada minat banget sama yang namanya fashion, apalagi naluri seorang fashionista benar-benar nihil dalam diri saya. Tapi saya rasa, art is one of my passion. Dan itulah yang seharusnya saya junjung tinggi saat ini. Itu membuat saya bingung akhir-akhir ini.

Ya, saya suka foto-foto, apalagi kalau fotonya bareng sahabat-sahabat dan orang yang saya sukai. Rasa-rasanya, foto juga salah satu hobi saya dan memori ponsel saya sudah hampir full gara-gara hobi itu. Yah, namanya juga remaja, ya, nggak? Tapi untuk memamerkan kreativitas saya dalam hal fashion? Tidak, tidak, tidak.

Akhirnya, niat saya tertunda. Namun, muncul lagi rayuan tersebut saat saya mendapat stylish sunglasses dari sebuah majalah yang saya beli. Timbul lagi keinginan itu. Well, saya sempat bingung akan keinginan saya yang timbul-tenggelam seperti ini. Keputusannya bahkan tidak bisa saya ambil karena masih bingung.

Jujur, saya cukup suka mendesain baju. Ya, saya suka. Dan bahkan, saya berniat untuk menjadi seorang fashion designer! Duh, tapi apakah mungkin saya bisa, menjadikan rancangan saya (beberapa baju yang ada di lemari, di mix-match, dan difoto) dipajang dan menjadi sebuah Today's Look di fashion blog. Ini sekedar curhatan saya.

And here I am.

I, just an unperfect one with my Gado-gado blog.

And I'm proud with it.

Harusnya memang begitu.

Kalaupun memang ingin mendirikan blog seperti itu...

Itu memang diri saya dan saya harus tetap bangga akan keputusan yang saya buat.





Hope this post will remind you, "bagaimana harusnya Anda bangga akan blog yang Anda miliki, dan semua yang Anda miliki sekarang..."


:)

Sabtu, 03 Juli 2010

Do I look good? ;)

Hi, there!
Apa kabar semuanya... huhuhu...
Padahal lagi liburan gini, tapi saya malah jarang post. Yup, ini dia post pertama saya di bulan Juli ini... ;)

Bisa dilihat di atas, saya masuk koran!!! Wehehehehe... bukan karena saya maling ayam punya tetangga sebelah dan di hajar massa sampai berwajah hancur seperti itu *digampar*. Hehehe... ini gara-gara temen saya minta pendapat saya lewat FB. Kebetulan, dia itu lagi magang di Lepass Sripo (Sriwijaya Post). Jadi, saya diminta buat ngasih pendapat tentang finger board. He? Finger board itu apa?


Bagi, yang nggak tahu, finger board itu permainan menggunakan papan, mirip banget ama skate board, cuma maennya pake jari. Hihihi... ada ada aja.... :D

Lucu kan? Hihihi... :)

By the way, saya dapet award lagi nih dari Andhira dan Fillia

Seperti biasa, untuk mendapatkan hak paten award ini, kita harus mematuhi peraturannya. Ya, sebagai warga negara yang baik, kita harus selalu dan selalu mematuhi peraturan. Dan, ini dia rulesnya... :)
the rules:
1. banner gambar tidak boleh diubah; baik tulisan, warna atau signaturenya tapi kalau resize gambar boleh
2. tuliskan siapa yang kasih award dan urlnya
3. pilih 10 female blogger yang kamu kenal dan belum menerima award ini, dan sebutkan alasan kenapa kamu pikir mereka pantas menerima award ini!

And, this award is belong toooo... :)
11. Siapa saja, yang mau, silakan Ambil (yang pasti harus cewek ya!) :)

Kenapa saya memilih mereka untuk mendapatkan award ini? Well, ini karena menurut saya, mereka adalah female blogger yang keren!

Hehehe, that's all for today... ;)
sebenernya nih award udah dateng dari lama. Tapi, apa mau dikata, saya sibuk levelling di SEAL online, jadi nih blog nggak diposting. Huhuhu... maaf ya blog.. ;)